10 January 2020, 20:17 WIB

Melalui Posko Induk, Mensos Siapkan Bantuan Korban Banjir


mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa/Kemensos
 Istimewa/Kemensos
Mensos Juliari P Batubara meninjau Posko Induk Penanggulangan Bencana, di Jakarta Jumat (10 /012020).

MENTERI Sosial (Mensos) Juliari P Batubara meninjau Posko Induk  Penanggulangan Bencana di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur. Posko Induk merupakan bukti kesiagaan dan kesiapan Kemensos merespon bencana banjir yang melanda sejumlah daerah.  

"Posko induk ini didirikan sejalan dengan arahan Presiden agar semua pihak meningkatkan kesiagaan menghadapi bencana. Termasuk Kemensos juga harus siaga. Sesuai arahan Presiden pula, agar negara hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana," kata Mensos saat meninjau Posko Induk Penanggulangan Bencana, di Jakarta Jumat (10 /012020).

Pada dasarnya, keberadaan posko tersebut untuk meningkatkan kesiagaan terhadap dampak bencana banjir dan longsor, terutama dari penyiapan bantuan logistik.

"Keberadaan posko ini untuk lebih memaksimalkan respon terhadap penanganan bencana, terutama di dampak dari bencana banjir yang baru-baru ini terjadi," kata Mensos.

Namun demikian, sebenarnya kesiagaan terhadap bencana senantiasa dilakukan Kemensos dengan keberadaan tiga Gudang Logistik Regional, di Bekasi, Makassar, dan Palembang.

Keberadaan posko ini  juga sebagai antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana lanjutan. Merujuk kepada prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mensos menyatakan kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi pada beberapa pekan ke depan.  

Tentu tidak diharapkan bencana akan berulang. Namun menurut Mensos,  kesiagaan dan antisipasi tetap perlu. Posko ini untuk mengantisipasi datangnya segala kemungkinan yang tidak diharapkan tadi.

"Dengan posko ini, Kemensos siap melakukan berbagai langkah tanggap bencana, terutama dalam membantu kebutuhan logistik untuk masyarakat terdampak bencana banjir," katanya.

Posko ini juga melayani berbagai elemen masyarakat apakah itu dunia usaha, yayasan, lembaga swadaya masyarakat, dan elemen masyarakat lain yang ingin menyalurkan bantuan,  bisa menghubungi posko ini.

"Silakan masyarakat yang berniat menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir menyampaikan bantuannya ke sini makin. Kami menjamin akan menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, " kata Mensos.  

Pada kesempatan sama, Kemensos juga menerima secara logistik bantuan untuk masyarakat terdampak banjir dari kelompok usaha Sinar Mas Grup. Bantuan berupa air mineral sebanyak 350 karton dan biskuit sebanyak 300 karton. Bantuan dunia usaha juga datang dari Wings Grup yang menyediakan mesin cuci gratis. Juga dari berbagai yayasan dan organisasi keagamaan.

Selain logistik, posko ini juga menyiapkan berbagai layanan seperti, Layanan Dukungan Psikososial, (LDP), mobil dapur umum lapangan, motor dapur umum, truk pengangkut bantuan, perahu karet,  layanan dukungan untuk disabilitas,  

Dalam kesempatan itu, Mensos berkeliling mengecek kesiapan sarana dan prasarana milik Kemensos untuk penanganan bencana banjir.

Di salah satu tenda, Mensos mencoba berkomunikasi dengan unsur penanggulangan di Kabupaten Bogor melalui saluran radio amatir yang disiapkan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). Dan diketahui bahwa salah satu kawasan terisolir di daerah itu, sudah bisa diakses bantuan.

Mensos juga mencicipi biskuit bantuan dunia usaha, dan makanan siap saji untuk pengungsi yang disiapkan dari dapur umum. "Ini rasanya enak ya. Dan sangat layak untuk masyarakat yang terdampak bencana,"  kata Mensos.  

Pada kesempatan sama, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat menyatakan, posko ini didirikan untuk memastikan bantuan sosial ternasuk logistik dan peralatan untuk penanganan banjir dalam keadaan siaga.

"Posko ini juga merupakan pusat komando,  pusat informasi  dan tentu saja gudang logistik, " katanya. Posko ini merupakan perpaduan dari seluruh kekuatan Kemensos yang ditunjukkan dengan hadirnya mobil Antigalau, mobil layanan disabilitas, dan media center.  

Harry menyatakan, dengan adanya Posko Induk ini, gudang logistik regional Kemensos di Bekasi, tertap bekerja dan terkoneksi dengan Posko ini. Demikian juga dengan posko logistik regional di Makassar dan Palembang  tetap bekerja.  

"Dengan posko ini, diharapkan distribusi dan mobilisasi bantuan akan lebih cepat dan efektif, "ujar Harry.

Baca juga : Antisipasi Banjir Susulan, Kemensos Dirikan Posko Induk Bencana

Dalam kesempatan ini, Harry menyatakan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), korban meninggal akibat bencana banjir sebanyak 61 orang.

“Kemensos sudah menyalurkan santuan kematian untuk 10 orang kepada ahli warisnya. Masing-masing sebesar Rp15 juta,” tutur Harry.

Total bantuan yang sudah disalurkan baik untuk DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, termasuk santunan ahli waris mencapai sekitar Rp15 miliar. (OL-09)

 

BERITA TERKAIT