10 January 2020, 20:02 WIB

KKP Gandeng TNI dan Bakamla Perketat Keamanan ZEEI di Natuna


Hilda Julaika | Politik dan Hukum

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) akan perketat pengawalan di wilayah perbatasan perairan Natuna. Hal itu dilakukan untuk menjaga Natuna dari kapal-kapal asing pencuri ikan yang tengah marak terjadi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Suharta mengatakan, KKP akan melakukan pengawasan secara bergantian dengan TNI Angkatan Laut (AL) maupun Badan Keamanan Laut Indonesia (Bakamla) secara berkelanjutan.

"Kami akan melakukan pengawalan di wilayah perbatasan perairan Natuna secara bergantian dengan TNI AL maupun Bakamla," ujarnya kepada Media Indonesia, Jumat (10/1).

Selain pengawalan yang dilakukan oleh TNI dan Bakamla. KKP pun akan semakin memperketat pengawasan dengan operasi kapal. Pasalnya, selama ini penjagaan yang dilakukan melalui operasi kapal pengawasan tidak bisa dilakukan secara berkala. Sehingga KKP tidak setiap saat leluasa untuk memantau dan melakukan pengawasan di laut.

Baca juga : Soal Natuna, Megawati: Presiden Pegang Teguh Prinsip Bebas Aktif

Untuk itu, ke depannya KKP akan meningkatkan frekuensi pengawasan dengan menghadirkan kapal pengawas secara berkala. Operasi kapal pengawas menurut Suharta harus bisa mencegah terjadinya kekosongan penjagaan dan perlindungan di perairan Natuna.

"Frekuensi pengawasan dan kehadiran kapal pengawas ditingkatkan sehingga tidak terjadi kekosongan di wilayah perbatasan perairan Natuna," imbuhnya.

Selain itu, KKP pun berencana untuk merelokasi nelayan yang menangkap di daerah padat penangkapan ke Natuna Utara.

Relokasi itu disertai pemberian insentif berupa fasilitas/infrastruktur pendaratan ikan, logistik kapal dan awak kapal, serta sarana pengolahan dan pemasaran. Sehingga secara tidak langsung para nelayan juga ikut menjaga wilayah perbatasan. (OL-7)

BERITA TERKAIT