10 January 2020, 17:22 WIB

BI: Konflik AS-Iran Tak Signifikan Pengaruhi Ekonomi Indonesia


Hilda Julaika | Ekonomi

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
 ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan konflik antara Amerika Serikat dan Iran tak pengaruhi kondisi makroekonomi, stabilitas eksternal, maupun terhadap nilai tukar rupiah. Menurut Perry hal itu dibuktikan dengan posisi nilai tuksr rupiah yang menguat sesuai fundamental dan kebijakan yang ditempuh.

"Kami sebut risiko geopolitik global. Kami tak melihat dampak signifikan terhadap kondisi makroekonomi, maupun stabilitas eksternal dan juga terhadap nilai tukar rupiah. Terbukti Rupiah bergerak menguat sesuai fundamental dan kebijakan yang ditempuh," ujarnya di Kantor Bank Indonesia, Jumat (10/1).

Perry membenarkan bahwa beberapa risiko akibat kondisi geopolitik dunia seperti Iran-AS dan Brexit akan berpengaruh pada Indonesia. Kendati demikian pengaruh yang terjadi hanya dalam jangka waktu yang pendek. Artinya, pengaruh tersebut tidak bersifat secara signifikan.

"Dalam jangka pendek tentu saja beberapa risiko geopolitik berkaitan Iran-AS atau Brexit berpengaruh dalam jangka pendek tapi itu secara fundamental tidak berpengaruh secara signifikan," imbuhnya.

Adapun, baru-baru ini Bank Dunia baru saja melakukan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia. Sebelumnya diprediksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2020 akan mencapai 2,7% namun diturunkan oleh Bank Dunia menjadi 2,5% disebabkan oleh keadaan global yang tengah bergejolak.

Menurut Perry, BI pun terus melakukan pemantauan terhadap berbagai perkembangan global secara berkelanjutan. Ia pun melihat hal positif lewat adanya sinyal perbaikan hubungan dagang antara AS dan Tiongkok.

Dalam waktu dekat, sambungnya, akan ada penandatanganan kesepakatan oleh kedua negara. Kesepakatan ini bagi Perry memberi persepsi positif bahwa ekonomi dunia tahun ini bisa mencapai 3% meningkat dari tahun lalu yang sebesar 2,9%.

"Tentu saja BI terus memantau berbagai perkembangan global baik berlanjutan yang juga positif adalah hubungan dagang antara AS dan Tiongkok yang dalam waktu dekat akan ada penandatanganan kesepakatan," jelasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT