10 January 2020, 15:04 WIB

Anies Perintahkan Seluruh Kelurahan Rawan Banjir Dirikan Posko


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
 MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan setiap kelurahan dibangun posko banjir untuk memantau ketinggian air selama musim hujan.

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan agar setiap kelurahan mendirikan posko siaga bencana banjir. Pendirian posko di tiap kelurahan ini merupakan langkah Anies dalam mengantisipasi bencana banjir menjelang puncak musim hujan.

"Posko siaga banjir ini berada di level lurah dan terdiri dari unsur masyarakat dan pemerintah," kata Anies ditemui di Kementerian BUMN usai penandatanganan kerja sama antara PT MRT Jakarta dengan PT KAI, Jumat (10/1).

Petugas posko wajib memantau secara dini bila ada peningkatan permukaan genangan di tempat yang mengalami hujan secara intensif. Lalu di daerah aliran sungai, posko-posko bertugas untuk merespons cepat apabila pintu-pintu air menunjukan tanda-tanda kenaikan muka air, sehingga warga di kampung-kampung sekitar daerah aliran sungai bisa disiagakan.

"Karena kenaikan muka air itu tidak melihat jam dan waktu. Pengalaman kemarin, terjadi kenaikan muka air itu dini hari, jam 2 pagi-jam 4 pagi. Para tokoh masyarakat sudah mengabarkan kepada warganya, tapi banyak yang mengabarkan melalui wa, melalui komunikasi telpon di saat orang sedang tidur," kata Anies.

Untuk mengantisipasi warga tidak mendengar pemberitahuan karena sedang dalam kondisi tidur, Anies juga meminta agar petugas posko untuk memberikan pengumuman berkeliling dengan pengeras suara.

"Begitu juga dengan kelurahan. Makanya itu kenapa, diinstruksikan untuk turun langsung ke lapangan door to door. Tujuannya bila kejadiannya di malam hari, apalagi dini hari masyarakat tidak ngecek telpon karena pemberitahuan lewat telpon tidak efektif. Kita akan lakukan di tempat yang memiliki resiko," ungkapnya.

baca juga: 600 Warga Gugat Class Action ke Anies, Kerugian Capai Rp43 M

Sebelumnya, BMKG menyebut akan terjadi cuaca hujan ekstrem hingga 11 Januari dan puncak musim hujan pada akhir bulan ini hingga Februari mendatang. Sementara itu, BMKG juga memperingatkan adanya potensi tingginya gelombang air laut hingga 15 Januari mendatang di pantai utara Pulau Jawa.(OL-3)

 

BERITA TERKAIT