10 January 2020, 14:39 WIB

Warga Terancam Pergerakan Tanah di Cianjur Bergiliran Ronda Malam


Benny Bastiandy | Nusantara

MI/Djoko Sardjono
 MI/Djoko Sardjono
Ronda malam digiatkan untuk antisipasi tanah bergerak di Kabupaten Cianjur.

WARGA Kampung Cibadak RT 02/08, Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggiatkan ronda malam. Warga secara bergantian memantau aktivitas pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tempat tinggal mereka karena terus bergeser.

Kapolsek Sukaresmi Ajun Komisaris Munawir mengatakan berbagai unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan serta desa terus mengecek lokasi pascapergerakan tanah yang terjadi Minggu (5/1). Langkah itu perlu dilakukan sebagai upaya antisipasi mengingat curah hujan masih tinggi.

"Dari hasil pengecekan, di lokasi masih terjadi pergeseran tanah. Ini kami khawatirkan berpotensi longsor karena intensitas curah hujan cukup tinggi. Bagi warga yang masih kuat, diimbau ikut bergiliran melakukan piket ronda malam untuk memantau pergeseran tanah serta menjagai rumah-rumah warga lainnya," kata Munawir, Jumat (10/1).

Hasil pendataan di lapangan, kata Munawir, di Kampung Cibadak terdapat sebanyak 52 unit bangunan rumah warga. Sementara jumlah warganya tercatat sebanyak 57 kepala keluarga atau 182 jiwa.

"Permukiman warga berada di zona berbahaya karena tepat di bawah lokasi pergerakan tanah," jelasnya.

Hingga saat ini semua elemen berkompeten stand by di lokasi. Di sekitar lokasi sudah dididirikan posko. Warga pun sudah diungsikan sementara waktu untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.

"Kami sudah koordinasi dengan BPBD. Semua terus memantau perkembangan di lapangan. Situasi di lapangan terpantau masih kondusif," pungkasnya.

baca juga: Inhutani V Kembangkan Wisata di Hutan Pinus Limpakuwus

Berdasarkan informasi, gerakan tanah baru diketahui pada Minggu (5/1) petang. Saat ini yang terdampak pergerakan tanah yakni lahan sawah seluas 35-50 meter persegi dengan lebar rekahan tanah mencapai 25-30 meter. BPBD setempat sudah berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk mengkaji pergerakan tanah. Hasilnya masih harus menunggu sebagai bahan rekomendasi perlu atau tidaknya dilakukan relokasi. (OL-3)

BERITA TERKAIT