10 January 2020, 14:32 WIB

Jokowi Undang Jepang Investasi di Natuna


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
 ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Menlu Jepang Motegi

PRESIDEN Joko Widodo membuka peluang bagi Jepang untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Salah satunya untuk berinvestasi di sektor perikanan di Natuna.

Ajakan itu disampaikan presiden saat menerima lawatan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (10/1).

Jokowi mengatakan Indonesia hingga saat ini menganggap Jepang salah satu mitra utama dalam hubungan ekonomi bilateral. Untuk di Natuna, kata presiden, Jepang menjadi mitra dalam pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu di Natuna fase pertama.

Jokowi pun berharap kedua negara menindaklanjuti pendanaan kerja sama perikanan tersebut untuk fase kedua. Motegi yang sebelumnya merupakan Menteri Ekonomi dan Kebijakan Fiskal diyakini Jokowi memiliki visi yang sama soal penguatan hubungan ekonomi kedua negara.

"Beberapa hal yang berkaitan dengan prioritas Indonesia terkait dengan Jepang yang pertama di bidang investasi. Saya ingin mengajak Jepang melakukan investasi di Natuna," kata Jokowi.

Dalam pertemuan itu, turut mendampingi Jokowi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Motegi datang beserta delegasi.

Kunjungan Motegi ke Indonesia merupakan yang pertama setelah ia menjabat posisi tersebut pada 11 September 2019.

"Saya mengapresiasi kerja sama di Natuna yaitu pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu untuk fase pertama. Saya harapkan usulan pendanaan untuk fase kedua dapat segera ditindaklanjuti," ucap Jokowi.

Baca juga:  Natuna Bersih dari Kapal Ikan Tiongkok

Belakangan, Natuna menjadi sorotan lantaran kapal-kapal ikan Tiongkok masuk ke dalam perairan Natuna yang merupakan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia.

Kementerian Luar Negeri pun melayangkan protes atas masuknya kapal ikan yang dikawal kapal coast guard pemerintah Tiongkok. Presiden Jokowi sampai mengunjungi Natuna. Menurut keterangan Mabes TNI, kapal-kapal Tiongkok tersebut kini sudah keluar dari ZEE Indonesia.

Dalam kaitan itu, Menlu Retno Marsudi menuturkan kerja sama kedua negara sudah terbangun lama dan bukan hal yang baru. Selain investasi di kepulauan-kepulauan terluar, kerja sama investasi di bidang infrastruktur juga akan diteruskan.

Saat ini, Indonesia juga menjajaki kemungkinan kerja sama yang lebih intensif dalam pengembangan sumber daya manusia melalui program vokasi maupun internship di perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Indonesia.

Kerja sama tersebut meliputi peningkatan kapasitas dan keterampilan SDM serta pengembangan kemampuan berbahasa Jepang bagi SDM Indonesia.

"Di Jepang saat ini sedang kekurangan sekali tenaga-tenaga. Kalau kita melakukan kerja sama di bidang bahasa, muaranya dalam rangka dapat memenuhi permintaan pasar tenaga kerja Jepang dari Indonesia yang memang saat ini potensinya cukup banyak," ucap Retno.

Ia menambahkan, Presiden Jokowi juga berharap agar draf perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif regional (RCEP) yang hingga saat ini masih terus dibahas dapat segera disetujui dan ditandatangani oleh 10 negara anggota ASEAN beserta 5 negara mitra. Termasuk salah satunya Jepang.

"Kita juga membahas (RCEP) dan saya masih akan membahas secara lebih detail agar dapat ditandatangani pada tahun ini," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT