10 January 2020, 10:45 WIB

KKP akan Kembangkan Perikanan Budidaya di Kabupaten Mempawah


Hilda Julaika | Ekonomi

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
 ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
 Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyusun strategi pengembangan perikanan budi daya yang dilakukan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengutarakan Kabupaten Mempawah memiliki potensi ekonomi perikanan budi daya yang bisa dioptimalkan untuk ekonomi daerah maupun nasional.

Edhy mengatakan pengoptimalan di sektor perikanan budi daya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Oleh karenanya, dalam lima tahun ke depan, program ini akan menjadi prioritas kerja bagi KKP.

Namun tak dapat dipungkiri, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, utamanya masalah logistik benih, ketersediaan pakan murah dan infrastruktur yang kurang memadai. Tiga hal tersebut akan jadi fokus pembenahan oleh KKP.

"Masalah benih, pakan, infrastruktur, pembiayaan dan pasar adalah hal mendasar yang harus segera kita selesaikan. Saya targetkan masalah ini bisa clear dalam lima tahun ke depan. Bayangkan kita punya potensi budi daya yang cukup besar dan termanfaatkan baru 10% saja. Oleh karenanya, saat ini saya datang ke Mempawah untuk melihat dan berdialog langsung dengan para pelaku," ujar Edhy melalui rilis yang Media Indonesia terima, Jumat (10/1).

Baca juga: KKP Didesak Kembali Aktifkan Sentra Kelautan dan Perikanan Natuna

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebijakto tengah bersiap untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan perikanan di Kabupaten Mempawah. Dia menyatakan tengah menyusun strategi dalam 5 tahun ke depan guna mengakselerasi pembangunan di berbagai daerah.

"Sebagaimana yang disampaikan pak Menteri perihal tantangan yang ada, kami saat ini tengah memetakan dan menyusun roadmap sekaligus action plan nya. Yang jelas intinya kita fokus pada permasalahan mendasar dulu, khususnya yang berkaitan dengan benih dan pakan," ungkap Slamet.(OL-5)

BERITA TERKAIT