10 January 2020, 09:05 WIB

Mereka Hadir di Tengah Bencana


Wibowo Sangkala | Nusantara

TAYANGAN perih bencana di Bogor dan Lebak, selama sepekan, membuat Yuddy Renaldi sulit mengalihkan pandangannya dari layar televisi. Ia pun memutuskan untuk bergerak, membantu para korban.

"Bank BJB harus berkontribusi setulus hati demi meringankan beban saudara yang sedang membutuhkan bantuan. Dengan uluran tangan ini, kami berharap agar kondisi pedih yang sedang terjadi bisa segera dilewati," ungkap Direktur Utama Bank BJB itu, kemarin.

Pada awal pekan ini, Bank BJB melalui Serikat Karyawan bergerak ke Bogor dan Lebak. Mereka mendirikan posko bantuan di Kecamatan Sukajaya dan Cigudeg, Kabupaten Bogor, dan di Kampung Cikomaro, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong.

Bantuan digulirkan lewat posko ini. Posko juga menyediakan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan korban yang ada di pengungsian, juga tim relawan yang melakukan evakuasi. Selain itu, sejumlah tenaga medis juga direkrut untuk memperkuat pos kesehatan yang memberikan layanan medis untuk korban.

"Kami mematok kerja posko bantuan ini selama tujuh hari sejak 7 Januari lalu. Namun, jika kondisi darurat masih berlangsung dan bantuan tetap dibutuhkan korban, kami memastikan posko bantuan akan terus berlanjut," tandas Yuddy.

Wahidin rayu korban

Di Lebak, Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku terus bergerak merayu para korban banjir bandang.

"Saat pertama datang, saya sudah merayu mereka untuk bersedia direlokasi. Yang terutama ialah di area permukiman di zona berbahaya pada alur Sungai Ciberang."

Persoalan bencana ini mendapat perhatian besar Presiden Joko Widodo. Setelah berkunjung ke Bogor dan Lebak, Presiden juga menggelar rapat terbatas penanganan banjir di Istana Merdeka. Wahidin hadir bersama Gubernur Anies Baswedan, Gubernur Ridwan Kamil, serta sejumlah wali kota dan bupati.

Wahidin melanjutkan program-program terkait di Pemprov Banten akan diarahkan untuk mendukung program penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak.

"Sewa rumah sementara sebelum dibangun rumah yang baru menjadi tanggung jawab pemerintah. Selanjutnya akan dibangun rumah dan diberikan ganti rugi untuk rumah yang rusak ringan, sedang, dan berat," tandasnya.

Bencana di Lebak telah menyebabkan 1.410 rumah, 19 sekolah, 30 jembatan dan jalan, rusak. Kerugian ditaksir mencapai Rp90 miliar.

Sepekan ini, bencana alam belum lewat dari Tanah Air. Di Sulawesi Selatan, Gubernur Nurdin Abdullah menegaskan akan tetap menghadirkan negara di tengah para korban. "Kami menyiapkan anggaran tanggap darurat sebesar Rp20 miliar."

Di daerah ini, dalam sepekan angin kencang telah menyebabkan 3.743 rumah rusak. Bencana terjadi di empat kabupaten, yakni Sidrap, Parepare, Wajo, dan Pinrang. Sidrap menjadi daerah terparah.

Kemarin, banjir menghampiri warga Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Air setinggi 20-50 sentimeter mengepung delapan kecamatan dan ribuan rumah.

"Banjir juga merendam sawah, perkampungan, dan jalan raya," tutur Kepala BPBD Endang Sulistyoningsih.

Para nelayan juga belum bisa tersenyum. Gelombang tinggi dan cuaca buruk membuat mereka tidak bisa melaut.

"Sejak 1 Januari, nelayan kecil tidak bisa melaut. Cuaca buruk, gelombang tinggi, dan angin kencang mengepung lautan," jelas Ketua Himpunan Nelayan Serikat Indonesia (HNSI) Kabupaten Indramayu, Dedi Aryanto. (LN/AS/UL/SS/PT/AD/CS/YH/RF/LD/JI/YK/FL/AP/BB/BK/AT/N-2)

BERITA TERKAIT