09 January 2020, 23:40 WIB

IPO, Amar Bank Lepas 1,2 Miliar Saham


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

Dok. Amar Bank
 Dok. Amar Bank
Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian menjelaskan soal IPO 

PT. Bank Amar Indonesia melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas 1,206 miliar saham lewat penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Saham Amar Bank berkode AMAR ditawarkan dengan harga Rp100 per lembar saham dan harga penawaran ukum sebesar Rp174 per saham.

Jumlah Nilai Penawaran Umum Perdana Saham bank yang berdiri sebanyak 1991 dan kini jadi bagian Tolaram Group itu secara keseluruhan adalah sebanyak Rp209.85 miliar.

Amar Bank tercatat memiliki layanan teknologi finansial (fintech) Tunaiku sejak 2014 yang kini jadi produk unggulannya. Tunaiku yang fokus pada produk personal loan bertujuan taraf hidup masyarakat Indonesia lewat teknologi dan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Dalam melakukan analisa kreditnya, Tunaiku menggunakan sebuah algoritma dan predictive analysis, dan juga tetap melakukan proses Know Your Customer melalui berbagai cara, seperti penggunaan verifikasi kartu identitas KTP dan pertemuan secara langsung antara debitur dengan tim customer experience.

Tunaiku  telah menyalurkan kredit lebih dari Rp3 triliun sejak diluncurkan pda 2014. Amar Bank menjadi Bank Buku 2 dengan total ekuitas Rp1 triliun dengan aset mencapai Rp3,4 triliun pada November 2019.

Baca juga : Platform Tunaiku Bawa Dirut Amar Bank Raih Penghargaan

"Amar Bank memiliki keunggulan sebagai Bank pertama yang memasuki sektor fintech yang didukung dengan teknologi yang mumpuni. Kami akan fokus dengan berbagai layanan produk digital untuk melayani masyarakat yang kurang terlayani oleh layanan perbankan," kata Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian dalam keterangan tertulis  Kamis (9/1).

Hingga November 2019, Amar Bank mencatat total pendanaan menccapai Rp2,2 triliun dan penyaluran kredit mencapai Rp1,9 triliiun. Adapun total profit sebelum pajak mencapai Rp98 miliar dengan pendapatan bunga sebesar Rp570 miliar.

Sementara itu, hingga November 2019 Net Interest Margin sebesar (NIM) 18.83%. Dengan performa yang sangat baik ini, pada masa penawaran umum saham, Amar Bank mengalami oversubscribed (kelebihan permintaan) selama masa penawaran umum pada 2-6 Januari 2020.

"Seiring tumbuh pesatnya perkembangan dunia digital yang sangat dinamis pergerakannya, tentunya kami akan terus mengikuti perkembangan tersebut," pungkas Vishal  (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT