09 January 2020, 21:15 WIB

PSMTI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Jakarta


Anton Kustedja | Megapolitan

Ist
 Ist
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) memberi bantuan bagi korban banjir di Kelurahan Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur.

MESKI sudah surut, bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah Ibu Kota Jakarta sejak 1 Januari lalu terus menjadi sorotan. Puluhan ribu warga menjadi korban dengan mengungsi ke posko-posko pengungsian. Hal ini pula yang menjadi perhatian Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada korban banjir.

Warga RW 07 Kelurahan Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, salah satu yang cukup parah terkena dampak banjir awal tahun ini. Saat disambangi, warga dan para relawan masih membersihan lumpur dan sampah yang terbawa banjir.

Wakil Ketua Umum Departemen Sosial PSMTI Pusat, Hengky Jita, mengatakan, pergantian 2019 ke 2020 menghadirkan duka mendalam untuk sebagian masyarakat Jakarta dan sekitar. Hujan deras terus menerus turun di wilayah Jabodetabek mengakibatkan banjir besar tak terelakkan, begitu pula di beberapa daerah yang sebelumnya tidak pernah terkirim air, juga terdampak.

"Ini adalah murni kemanusiaan, ini bentuk cinta kasih dimana kami ikut merasakan kesulitan dan kesedihan yang dialami oleh saudara-saudara kita yang terkena musibah, dan kami berharap serta berdoa agar bencana banjir ini segera pulih," ucap Hengky saat menyerahkan bantuan di pos banjir Kelurahan Cililitan, Kramatjati, Kamis (9/1).

Bantuan yang diserahkan PSMTI berupa makanan siap saji sebanyak 300 paket.

"Kami menyerahkan 300 paket makanan siap saji, agak korban banjir bisa menikmati langsung tidak repot-repot untuk memasak. Bantuan ini hasil dari penggalangan dana," terang Hengky.

Menurut dia, bakti sosial bukan merupakan satu-satunya kegiatan dari PSMTI yang pada hakikatnya mengemban amanah kemasyarakatan yang lebih luas, khususnya bagi suku Tionghoa sebagai satu komponen bangsa.


Baca juga: Polisi segera Periksa Korban Bangunan Ambruk di Slipi


"Sebagai komponen bangsa, PSMTI juga peduli terhadap bancana lain di beberapa wilayah Nusantara, seperti Lombok dan Palu. Di sana kami membangun tempat ibadah seperti musala dan masjid," ujar Hengky.

Lurah Cililitan, Agung Budi Santoso, sebanyak 5 RW terkena dampak banjir dan diperkirakan sekitar 800 warga yang menjadi korban. Sedangkan dampak banjir yang terbesar dan terparah berada di RW 07 dengan ketinggian air sekitar 120 sentimeter.

Secara khusus, lurah, tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta masyarakat sekitar mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan kepedulian PSMTI yang cepat tanggap dalam membantu warga yang terdampak banjir di daerah tersebut.

"Semoga penyaluran bantuan ini dapat tepat sasaran dan manfaatnya dapat membantu dan meringankan warga yang terkena dampak banjir, khususnya di Kelurahan Cililitan," ujar Agung.
 
Meski saat ini air sudah mulai surut, permasalahan yang dihadapi korban banjir belum selesai. Sebab mereka masih dihantui oleh penyakit yang berpotensi muncul pascabanjir.

"Setiap hari kami mengangkut sampah 10 sampai 15 truk, hal ini untuk meminimalisir potensi penyakit pasca banjir," pungkasnya. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT