09 January 2020, 19:59 WIB

CdM Olimpiade : Pengajuan Anggaran Olimpiade Akhir Januari


Akmal Fauzi | Olahraga

Antara/Puspa Perwitasari
 Antara/Puspa Perwitasari
ketua Kontingen Olimpiade Tokyo 2020 Rosan Perkasa Roeslani

KONTINGAN Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo ditargetkan sudah memiliki rancangan anggaran yang diajukan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga pada akhir Januari mendatang.

Ketua Kontingen (CdM) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari mengenai anggaran Olimpiade

“Minggu depan saya juga akan ketemu cabor (cabang olahraga) yang berpotensi lolos Olimpiade, minggu depannya lagi saya akan masukkan anggarannya berapa ke pak Menpora. Jadi Januari ini akan kami selesaikan,” kata Rosan usai bertemu dengan Menpora Zainudin Amali di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (9/1).

Rosan mengaku tak masalah anggaran kontingen dibahasa lebih dahulu meski jumlah atlet yang akan mewakili Indonesia di multiajang terbesar di dunnia itu baru akan diketahui usai kualifikasi beberapa cabang olahraga.

Menurutnya, pencairan dana lebih awal akan digunakan untuk menyiapkan akomodasi terbaik bagi atlet Indonesia di Tokyo.

Baca juga : I Gusti Bagus Paling Berpeluang Lolos ke Olimpiade 2020

“Tugas saya juga mengejar cabor-cabor untuk memasukan proposal anggaran dari sekarang. Tapi saya pastikan semua administrasi terkait Olimpiade rapih,” ujarnya.

Saat ini, ada 6 atlet dari 4 cabang olahraga yang sudah memegang tiket Olimpiade, keempat cabor itu adalah angkat besi, menembak, panahan, dan atletik. Rosan berharap, hingga mendekati tenggat pendaftaran atlet (entrry by name), makin banyak atlet Indonesia lolos ke Tokyo.

Terkait target, Rosan belum mau berspekulasi. Namun, ia berharap, angkat besi mampu menjadi penyumbang medali emas bersama dengan bulu tangkis yang hampir selalu menyumbang emas di Olimpiade.

“Selama ini angkat besi sumbang medali, di Brazil kemarin dua perak. Di Tokyo nanti saya harap ada emas. Pokoknya target medali harus lebih baik dari Olimpiade 2016,” kata Rosan yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) itu.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali, mengatakan tidak akan mempersulit ihwal pengajuan anggaran kebutuhan atlet yang akan berlaga.

“Jadi ini komunikasi CdM, NOC dan cabor harus buat perencanaan sebaik mungkin. Sehingha apa yg diperkirakan bisa ada konsekuensinya. Kemenpora tidaj akan persulit sepanjang persyaratan terpenuhi,” kata Zainudin. (OL-7)

BERITA TERKAIT