09 January 2020, 18:55 WIB

PSSI Ajukan Banding Atas Sanksi FIFA


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Kantor PSSI di Kompleks GBK Senayan, Jakarta. 

WAKIL Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Cucu Somantri mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengajukan banding atas sanksi yang diberikan FIFA baru-baru ini.

Cucu mengatakan pihaknya perlu mendengarkan lebih lanjut penjelasan dari FIFA soal insiden yang menyebabkan PSSI disanksi. Khususnya hukuman karena menunda kick-off lawan Thailand dan denda yang dijatuhkan saat kerusuhan suporter saat laga Malaysia lawan Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Malaysia.

Baca juga : Exco PSSI Akui Belum Tahu Soal Sanksi FIFAExco PSSI Akui Belum Tahu Soal Sanksi FIFA

"Betul. Kita bersurat dengan FIFA karena keberatan sanksi tersebut," kata Cucu, ketika dihubungi, Kamis (9/1).

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjatuhkan denda 245 ribu franc Swiss atau Rp3,5 miliar dan larangan tanpa penonton pada laga kandang terakhir Indonesia melawan Uni Emirat Arab di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Maret 2020 terhadap PSSI.

Sanksi dan denda dijatuhkan karena kericuhan dan insiden saat laga melawan Malaysia dan Thailand pada kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, September 2019.

FIFA menghukum PSSI karena terjadi kericuhan penonton yang membuat pertandingan Indonesia lawan Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno dihentikan. Denda yang harus dibayar ialah 45 ribu franc Swiss (Rp643 juta).

Selain itu, Indonesia mendapat peringatan karena mengulur waktu kick-off saat menjamu Thailand.

“Ketertiban dan keamanan pada pertandingan (menyalakan kembang api atau benda lain, melempar benda, tindakan perusakan, mengganggu ketertiban atau indisipliner yang diamati di stadion). Perilaku buruk pemain dan ofisial (hingga kick-off tertunda),” tulis pihak FIFA.

Tak hanya itu, PSSI didenda 200 ribu franc Swiss (Rp2,8 miliar) karena keributan suporter saat laga di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, 19 November 2019.

Atas kejadian itu, FIFA juga menghukum Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dengan denda 50.000 franc Swiss atau Rp717 juta. (Faj/OL-09)

BERITA TERKAIT