09 January 2020, 18:55 WIB

Menteri BUMN Ogah Dibilang Kabur Soal Jiwasraya


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, tidak ingin instansi yang dipimpinnya dianggap melarikan diri atas permasalahan yang menjerat PT Asuransi Jiwasraya.

Menurutnya, meski muara permasalahan perseroan telah terjadi pada 2006 silam, bukan berarti pemerintahan saat ini akan abai.

"Kita enggak mau, kita BUMN melarikan diri. Walaupun ini (mula kasus) tahun 2006 ya. Kita enggak bisa memisah-misahkan. Ini negara kita, jadi apa yang terjadi dulu dan sekarang, saya yakin pemerintah selalu mencarikan solusi," jelas Erick usai menghadiri Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri (Raker Keppri) di Kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (9/1).

Ia mengatakan, berbarengan dengan investigasi yang tengah dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Kejaksaan Agung soal kerugian negara, pemerintah juga sedang mencari solusi agar dana pemegang polis perseroan dapat dikembalikan.

Meski begitu, ia mengatakan, pemerintah tidak serta merta mengembalikan secara utuh kepada pemegang polis. 

"Ada stepnya. Setelah holding itu, kan ada cashflow, Rp1,5 triliun. Kita bisa cicil ke depan, tapi ada juga aset-aset saham yang bisa dilepas, itu juga bisa," jelas Erick.

Hal itu dilakukan demi mengembalikan kredibilitas perusahaan negara sebagai jaminan bagi investor untuk berinvestasi di dalam negeri. Apalagi kini pemerintah sedang berupaya agar investor mau menanamkan modalnya di Indonesia.

Baca juga: OJK Beberkan Kronologi Kasus Jiwasraya

Oleh karena itu, kredibilitas perlu dibangun dan dijaga dengan baik. 

"Kita mau pertumbuhan ekonomi meningkat, tetapi pengelolaan good governancenya ngga ada. Jadi gimana publik percaya. Nah itu makanya, kita harus memastikan ini berjalan dengan baik," tuturnya.

Lebih lanjut, Erick percaya pada Direktur Utama Jiwasraya yang baru, Hexana Tri Sasongko, memiliki kredibilitas yang cukup baik untuk membangun kembali perseroan.

"Pak Hexana, kita mensupport. Jangan sampai nanti menteri jadi dirut, dirut jadi menteri. Kan ngga bisa kan. Tapi kita sudah berkolabarasi. Apalagi sekarang sudah banyak direksi BUMN BUMN yang baru ini kan tingkat kredibilitasnya tinggi. Jadi kita akan support mereka yang mau bekerja secara profesional dan transparan," pungkas Erick. (A-4)

BERITA TERKAIT