09 January 2020, 17:44 WIB

Kapal Pencuri Ikan Tidak Ditenggelamkan, Dihibahkan ke Nelayan


Hilda Julaika | Ekonomi

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
 ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

MENTERI Kelautan dan Perikanan Indonesia Edhy Prabowo mengatakan kapal-kapal asing pencuri ikan di wilayah Indonesia bisa diberikan oleh nelayan. Menurutnya, kapal-kapal hasil tangkapan yang sudah memiliki ketetapan hukum dapat diberikan kepada nelayan serta dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) era kepemimpinan Edhy Prabowo (Oktober - Desember 2019) tercatat telah berhasil menangkap 7 kapal nelayan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

"Kapal ini akan diserahkan ke Kejaksaan. Karena banyak sekali kampus-kampus ini punya jurusan perikanan, kenapa nggak saya serahkan ke sana. Atau misalnya nanti kita serahkan ke koperasi nelayan. Kan bisa," ungkap Menteri Edhy usai meninjau langsung tiga kapal ikan asing berbendera Vietnam di Stasiun PSDKP Pontianak, Kamis (9/1).

Lebih lanjut Edhy menjelaskan, sejumlah 7 kapal ikan asing ilegal yang telah dilumpuhkan itu terdiri dari, satu kapal berbendera Malaysia, tiga kapal berbendera Filipina dan tiga kapal berbendera Vietnam. Jumlah kapal asing yang tertangkap mencuri ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama yaitu, antara Oktober-Desember yang tercatat menangkap tiga kapal ikan asing ilegal.

"Sampai saat ini KKP di era saya sudah tangkap 7 kapal dengan 3 kejadian. Pertama di Bitung, lalu Selat Malaka, dan ketiga hari ini. Ini semua terjadi karena kerja sama di lapangan dengan masyarakat yang spontan memberikan masukan. Lewat mana saja tidak masalah, di medsos dulu lalu diberitakan juga tidak apa-apa," tandas Menteri Edhy.

Menteri Edhy memastikan kapal-kapal hasil tangkapan itu akan diberikan kepada pihak-pihak yang tepat. Pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan pemberian kapal tepat sasaran dan dikelola dengan benar.

"Bahwa ada kekhawatiran, ya, saya juga pasti ada kekhawatiran itu. Dan kita kawal terus. Kalau enggak mampu (mengelola), kita tarik lagi," kata Edhy. (OL-4)

BERITA TERKAIT