09 January 2020, 16:07 WIB

KPK Diminta Jelaskan Alasan Tak Jadi Geledah Kantor DPP PDIP


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

MI/Bary Fatahillah
 MI/Bary Fatahillah
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk menjelaskan batalnya penggeledahan di Kantor DPP PDIP. Pasalnya dari pemberitaan yang beredar berdasarkan keterangan pihak PDIP, KPK tidak jadi melakukan penggeledahan karena tidak adanya surat tugas sehingga pihak PDIP tidak memberikan izin.

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku heran alasan yang disampaikan karena KPK bukan lembaga baru yang bisa melalaikan hal-hal administratif teknis saat melakukan penggeledahan.

"Saya koq tidak percaya kalau penyidik @KPK_RI seceroboh ini? KPK bukan baru kali ini melakukan penggeledahan, jadi soal surat tugas, surat perintah atau surat ijin menggeledah pasti tidak mungkin terlewatkan. Ada apa ini KPK?" kata Ferdinand melalui akun Twitter-nya @FerdinandHaean2, Kamis (9/1).

Ia meminta agar KPK menjelaskan kepada publik apa yang sebenarnya terjadi. "Kalau versi PDIP kan rasanya sulit publik percaya masa KPK ceroboh. Jadi ya harus dijelaskan oleh KPK sendiri," ungkap Ferdinand.

Beredar kabar bahwa ruangan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta digeledah oleh KPK. Namun, penggeledahan tidak terlaksana lantaran penyidik diduga dihalangi petugas markas partai banteng.

Merespons itu, Ketua DPP Djarot Syaiful Hidayat tidak berbicara jelas tentang hal tersebut. Tapi, Djarot mendapat informasi bahwa petugas KPK tidak membawa bukti kuat saat hendak menggeledah.

"Oh saya belum tau kalau itu, tapi mereka informasinya tidak dilengkapi dengan bukti-bukti yang kuat," kata Djarot di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/1). (OL-09)

BERITA TERKAIT