09 January 2020, 15:10 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp500 M untuk Subsidi Angkutan Udara Perintis


Hilda Julaika | Ekonomi

DIREKTUR Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub Polana Banguningsih mengatakan pemerintah telah menggelontorkan dana subsidi sebesar Rp500 miliar. Dana ini diperuntukkan pada pelayanan angkutan udara perintis. Polana menyebut dana subsidi ini akan digunakan selama tahun 2020.

"Sudah ada (besaran subsidinya). Sekitar Rp500 miliar totalnya. Semua sampai akhir tahun. Rutenya hampir sama juga. Hanya nambah satu rute di Papua tadi," ujar Polana di acara Penandatanganan dan Penyerahan Kontrak Angkutan Udara Perintis Penumpang, Perintis Kargo, dan Subsidi Angkutan Udara Kargo Tahun Anggaran 2020, Kamis (9/1).

Adapun pola subsidi yang diberlakukan yakni untuk angkutan kargo menjadi gratis. Sementara untuk angkutan penumpang tetap diberlakukan pembayaran bagi penumpang. Namun, pembayaran tersebut mendapatkan potongan sebesar 30%.

"Kalau kargo gratis. Kalau penumpang itu ada bayar tapi ada subsidi. Potongan sekitar 30%," imbuhnya.

Sebagai informasi, per 9 Januari 2020, Dirjen Perhubungan Udara telah melakukan penandatanganan kontrak angkutan udara perintis mencapai 82%. Sisanya sebesar 18% akan diselesaikan pada 16 Januari 2020.

Adapun jumlah total rute yang dilayani sebanyak 188 rute penumpang, 27 rute kargo dan 1 rute subsidi kargo. Rute-rute ini berada di wilayah Kalimantan, Sumatra, Papua, Jawa, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Kenaikan Harga Tiket Gerus Penumpang Angkutan Udara

Adanya angkutan perintis, lanjut Polana, menjadi program prioritas Dirjen Perhubungan Udara sebagai bentuk hadirnya pemerintah memenuhi pemerataan pembangunan. Baik di daerah terluar, terpencil, tertinggal, dan perbatasan. Implikasinya diharapkan mampu membuka potensi ekonomi wisata dan investasi di seluruh wilayah yang dilayani.

Di kesempatan yang sama, Direktur Smart Aviation Pongky Majaya mengatakan adanya subsidi ini bagi maskapai Smart Aviation mampu mendorong pengembangan penerbangan ke daerah-daerah terpencil. Meskipun secara reguler maskapai ini menerbangkan pesawat ke rute-rute tersebut. Namun, adanya subsidi ini mampu menambah frekuensi penerbangan. Smart Aviation diketahui sebagai salah satu maskapai yang melakukan angkutan udara perintis.

"Manfaat dari subsidi ini kita bisa mengembangkan sayap ke daerah-daerah terpencil dikarenakan secara reguler kita memang menerbangan pesawat kita di daerah itu juga. Hanya saja, dengan adanya subsidi akhirnya kita juga bisa menambah frekuensi penerbangan kita," ungkap Pongky.(OL-5)

BERITA TERKAIT