09 January 2020, 13:58 WIB

Iran Tolak Beri Kotak Hitam Pesawat Ukraina ke AS


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

TEHERAN tidak akan menyerahkan kotak hitam pesawat Ukraine International Airlines seri Boeing 737 yang jatuh di wilayahnya kepada pihak pabrikan Boeing atau Amerika Serikat (AS).

Pesawat Boeing 737-800 dengan nomor penerbangan PS752 membawa 176 orang jatuh setelah beberapa menit lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran, Rabu (8/1).

Di bawah aturan penerbangan global, Iran memiliki hak untuk memimpin penyelidikan. Tetapi pabrikan biasanya terlibat dan para ahli menyebut beberapa negara mampu menganalisis kotak hitam.

Kecelakaan tersebut terjadi saat Iran dan AS sedang bersitegang dan hanya beberapa jam usai Iran melontarkan rudal ke dua pangkalan udara AS di Irak. Namun tidak ada bukti yang menghubungkan pesawat jatuh lantaran serangan rudal.

Biasanya, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS akan berperan dalam penyelidikan internasional yang melibatkan produk Boeing. Tetapi harus bertindak dengan izin dan sesuai undang-undang negara asing yang bersangkutan.

"Kami tidak akan memberikan kotak hitam kepada pabrikan dan AS," kata Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran (CAO) Ali Abedzadeh.

"Kecelakaan ini akan diselidiki oleh organisasi penerbangan Iran tetapi Ukraina juga bisa hadir," tambahnya.

Baca juga:  Kanada Ingin Selidiki Jatuhnya Pesawat Ukraina di Iran

Abedzadeh mengatakan belum jelas negara mana yang akan menganalisis kotak hitam terkait perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan.

Abedzadeh mengatakan terorisme tidak berperan dalam kecelakaan itu, menurut Mehr. Data penerbangan dari Ukrainian Airlines Boeing 737-800 itu tersedia secara daring, menunjukkan pesawat tersebut naik secara normal setelah lepas landas dari Teheran.

Pesawat mencapai ketinggian hampir 8.000 kaki (2.400 m) sebelum data pesawat tiba-tiba menghilang. 

“Siap membantu dengan cara apapun yang diperlukan,” ungkap pihak Boeing.

Sementara Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan negaranya telah menawarkan bantuan teknis untuk penyelidikan tersbeut.

Trudeau menyebut 138 dari 176 orang di dalam Boeing 737 Ukraine International Airlines yang bertolak dari Teheran ke Kiev, Ukraina, memiliki hubungan dengan Iran.

Para korban terdiri dari 82 orang Iran, 63 orang Kanada, 11 orang Ukraina termasuk kesembilan awaknya, 10 orang Swedia, empat orang Afghanistan, tiga warga Inggris dan tiga orang Jerman.

"Lima belas orang yang tewas adalah anak-anak," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Vadym Prystaiko.

Kedutaan Teheran Ukraina awalnya menyalahkan kegagalan mesin tetapi kemudian meralat dan menyebut komentar tentang penyebab kecelakaan sebelum selesainya penyelidikan adalah tidak resmi.

Situs Flightradar24 menyebut kondisi visibilatas kala pesawat jatuh dalam kondisi baik. Kru penerbangan pun berpengalaman.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan terhadap setiap spekulasi atau teori yang tidak diverifikasi tentang bencana sampai laporan resmi siap.(BBC/OL-5)

BERITA TERKAIT