09 January 2020, 13:43 WIB

Pemprov Sulsel belum Hitung Kerugian Bencana Alam Dalam Sepekan


Lina Herlina | Nusantara

PUSAT pengendalian operasi (Pusdalops), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat, 3.743 rumah rusak akibat bencana angin puting beliung di Sulawesi Selatan, sepekan terakhir. Kerusakan tersebut terjadi di empat kabupaten/kota, yaitu Sidrap, Parepare, Wajo dan Pinrang. Kerusakan terparah terjadi di Sidrap, jumlah rumah yang rusak mencapai 1.802 unit, mulai dari rusak ringan hingga berat.

Kerusakan tersebut, terjadi di sembilan kecamatan. Dan angin puting beliung yang terjadi juga merusak empat sarana pendidikan, satu gedung serbaguna, empat kantor pemerintahan, 39 tempat usaha dan satu unit sarana ibadah.

Sementara itu, di Kota Parepare, meski jumlah rumah yang rusak tidak sebanyak di Sidrap, jumlahnya hanya sekitar 800 unit mengakibatkan dua orang mengalami luka, karena tertimpa reruntuhan balok penyangga atap yang tertimpa oleh pohon tumbang. Meski sudah diketahui jumlah rumah yang rusak, pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, belum mengetahui pasti jumlah kerugian yang dialami warga akibat bencana angin puting beliung tersebut.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menegaskan, jika pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.

"Kita juga pastikan pada rakyat bahwa pemerintah hadir," tegasnya.

Bahkan kata Nurdin, Pemprov Sulsel, untuk tahun 2020 ini, menyiapkan anggaran tanggap darurat sebesar Rp20 miliar. Jumlah tersebut, sama dengan dana tanggap darurat tahun sebelumnya. Terpisah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan prospek cuaca empat hari ke depan antara 9-12 Januari 2020, akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang.

baca juga: Gubernur Sumut Imbau Warga Tidak Membangun Rumah Dekat Sungai

Dalam keterangan tertulisnya, Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Darmawan menyebutkan, jika kecepatan angin bisa mencapai 31 knot atau 57,41 kilometer per jam di perairan Makassar, utamanya di wilayah perairan Potere. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT