09 January 2020, 16:15 WIB

Pencari Suaka Meksiko Takut Dideportasi ke Guatemala


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Paul Ratje
 AFP/Paul Ratje
Pencari suaka Meksiko dapat dikirim ke Guatemala

ORANG Meksiko yang mencari perlindungan di Amerika Serikat (AS) untuk menghindari kekerasan dan pelanggaran hukum di negaranya takut akan bahaya yang lebih buruk jika dikirim ke Guatemala. Hal ini didasarkan pada skema baru yang ditetapkan pemerintahan Donald Trump untuk menindak para pencari suaka.

Menurut aturan AS yang diumumkan, Senin (6/1), warga Meksiko yang memohon perlindungan di perbatasan AS-Meksiko dapat diterbangkan ke Guatemala untuk mencari perlindungan di sana.

Tahun lalu, Trump bereaksi terhadap lonjakan orang Amerika Tengah yang meminta suaka dengan serangkaian kebijakan. Aturan terbaru berlaku untuk migran dari Meksiko serta Honduras dan El Salvador. Menurut dokumen pedoman, hal itu akan berdampak menekan akses warga Meksiko ke suaka AS.

Belum jelas, kapan AS akan mulai mengirim orang Meksiko ke Guatemala. Pemerintah Meksiko memperkirakan 900 pencari suaka Meksiko dapat terkena dampak mulai Februari tanpa memberikan jangka waktu.

Baca juga: Meksiko Buru Kartel Narkoba setelah Baku Tembak Tewaskan 22 Orang

Orang-orang Meksiko yang merasa rumahnya tidak aman karena pemerasan geng narkoba mengatakan kebijakan itu memberi mereka sedikit pilihan.

"Saya tidak bisa pulang, mereka sudah menculik saudara laki-laki dan anak laki-laki saya," kata Carlos, seorang warga Meksiko yang berusaha mencapai AS melalui kota perbatasan Tijuana.

Dia melarikan diri dari geng kriminal di Negara Bagian Guerrero.

"Mereka mengejar saya. Jika saya kembali, mereka pasti akan membunuh saya. Jika saya tidak aman di Meksiko, saya akan semakin tidak aman di Guatemala," ujarnya.

Ia pun meminta nama belakangnya dirahasiakan atas alasan keamanan. 

Sejak berakhirnya perang saudara pada 1996, Guatemala memiliki tingkat pembunuhan yang lebih tinggi daripada Meksiko, tetangga utara yang lebih makmur.

Dalam beberapa tahun terakhir, perbedaannya telah menyempit ketika penghitungan pembunuhan Meksiko didorong oleh perang antargeng narkoba, naik ke tingkat rekor dan penurunan di Guatemala.

Guatemala, disebut lebih miskin dan berbahaya.

Pemerintah Meksiko pada Senin lalu mengatakan menolak kebijakan AS yang baru tetapi mengakui keputusan itu tergantung pada otoritas ‘Negeri Paman Sam’. (Al Jazeera/OL-5)

BERITA TERKAIT