09 January 2020, 11:30 WIB

Pascabanjir, Dinas SDA DKI Sebut Ada 76 Pompa Air yang Rusak


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

ANTARA/Sigid Kurniawan
 ANTARA/Sigid Kurniawan
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Aliran Timur memantau aliran air di Stasiun Pompa Ancol, Jakarta Utara.

SEKRETARIS Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Dudi Gardesi menuturkan pihaknya tengah memonitoring dan memperbaiki pompa air yang terdampak akibat terendam banjir.

Menurutnya, sebanyak 76 pompa stasioner yang tersebar di 40 rumah pompa mengalami kerusakan.

"Yang rusak ada 76 unit, di antaranya itu 49 unit pompa rusak karena terendam banjir di 27 rumah pompa. Sedangkan, sisanya rusak karena kinerja pompa terlalu over saat banjir kemarin. Jadi ada yang listriknya mati dan macam-macam (kerusakan)," jelas Dudi saat dihubungi, Kamis (9/1).

Baca juga: BNPB Minta Warga Jabodetabek Waspadai Cuaca Ekstrem

Ada pun total pompa stasioner yang dimiliki DKI Jakarta ialah mencapai 478 unit di 176 lokasi rumah pompa. Sebagian pompa air tengah diperiksa fungsinya dan ada yang sudah diperbaiki. Hal ITU dilakukan semata untuk mengantisipasi banjir yang akan datang.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprediksi hujan deras akan kembali mengguyur Jakarta pada 9-12 Januari 2020.

"Sekarang kami monitoring dan memperbaiki pompa yang kemarin terdampak karena terendam banjir. Yang rusak diperbaiki semua. Karena banyak pompa yang terendam. Diperbaiki supaya di waktu genting sudah bisa baik lagi," tutur Dudi.

"Ini antisipasi gerakan banjir saja. Petugas saja yang kami siapkan, dan kantong pasir serta bronjong kalau ada banjir atau jebol serta meluap. Itu yang kami lakukan agar tidak terlalu parah," tandas Dudi. (OL-2)

BERITA TERKAIT