09 January 2020, 10:13 WIB

Dua Roket Hantam Zona Hijau di Baghdad


Fajar Nugraha | Internasional

SEBANYAK dua roket, Rabu (8/1) malam, jatuh di Zona Hijau ibu kota Irak, Baghdad. Insiden itu terjadi 24 jam setelah Iran menembakkan rudal balistik ke pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS), ketika ketegangan Washington-Teheran melambung

WIlayah ini merupakan daerah kantong keamanan tinggi tempat kedutaan-kedutaan asing termasuk misi AS berpusat.

“Tepat sebelum tengah malam, koresponden AFP di Baghdad mendengar dua ledakan keras diikuti sirene keamanan meratap dari Zona Hijau,” sebut laporan dari AFP, Kamis (9/1).

Serangan itu menunjuk pada permusuhan yang masih berlangsung bahkan ketika Washington dan Teheran tampaknya mundur dari konfrontasi langsung, setelah serangan pesawat nirawak AS menewaskan jenderal Iran Qassem Soleimani dan komandan Irak Abu Mahdi al-Muhandis, pekan lalu.

Baca juga: Iran Tegaskan Hormati Kedaulatan Irak

Selasa (7/1) malam, Teheran meluncurkan rudal balistik ke pangkalan-pangkalan Irak yang menampung pasukan AS dan pasukan koalisi lainnya, yang tidak menyebabkan korban.

Muhandis selama ini dikenal sebagai wakil kepala Pasukan Mobilisasi Populer (PMF). Miisi tersebut adalah jaringan kelompok bersenjata yang tergabung dalam pemerintahan Irak tetapi juga memiliki hubungan dekat dengan Teheran.

AS menuduh kelompok-kelompok PMF berada di balik serangkaian serangan roket ke Kedutaan Besar AS di Baghdad dan pangkalan yang menampung pasukan Amerika di seluruh negara itu.

Pada Rabu (8/1), faksi garis keras PMF berjanji mereka juga akan membalas dendam atas serangan AS.

Ketua Paramiliter Qais al-Khazali,-yang masuk daftar hitam sebagai teroris oleh AS,- mengatakan tanggapan Irak terhadap AS "tidak akan kurang dari tanggapan Iran."

Harakat al-Nujaba, faksi PMF garis keras, bersumpah membalas kematian Muhandis.

"Untuk prajurit Amerika: Jangan tutup matamu. Balas dendam untuk martir Muhandis akan datang di tangan Irak - sampai tentara terakhir di antara kamu pergi,” tegas Nujaba. (OL-2)

BERITA TERKAIT