09 January 2020, 12:45 WIB

PT MRT Jakarta Keluarkan Pin Penumpang Prioritas


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MRT Jakarta
 MRT Jakarta
Pin Penumpang Prioritas

PT MRT Jakarta menerapkan kebijakan untuk memberikan pin bagi penumpang prioritas. Kebijakan ini mulai diterapkan Rabu (8/1). PT MRT Jakarta membagikan pin tersebut kemarin kepada para penumpang prioritas yang sudah mendaftarkan diri sejak Senin (6/1).

"Pin tersebut berfungsi untuk mengidentifikasi penumpang prioritas sehingga akan memudahkan dalam akses fasilitas prioritas seperti halnya elevator, wide passenger gate (pintu penumpang prioritas dengan lebar 90 cm), dan kursi prioritas selama berada di dalam Ratangga," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaludin, dalam keterangan resminya, Kamis (9/1).

Baca juga: BPBD DKI Ambil Langkah Antisipasi Banjir

Kategori penumpang prioritas yang berhak mendapat pin ini ialah penumpang lanjut usia (lebih dari 60 tahun), ibu hamil, dan teman disabilitas netra, disabilitas fisik (pengguna kursi roda, kruk, kaki palsu dan lain-lain) serta penderita penyakit kronis.

Pin penumpang prioritas juga diberikan kepada pengguna MRT Jakarta yang berkebutuhan khusus di luar kategori tersebut, jika lolos verikasi petugas.

Ketersediaan pin akan terus ditambah menyesuaikan jumlah pendaftar. Pin tersebut bisa didapatkan secara gratis dengan cara menghubungi pusat panggilan (call center) 1500 332 dengan menyebutkan identitas diri, nomor kontak, kategori penumpang prioritas dan stasiun yang diinginkan untuk pengambilan pin.

Sementara itu, untuk pengambilan pin dapat dilakukan di stasiun yang dituju dua hari setelah pendaftaran dengan membawa salinan identitas yang digunakan sebelumnya untuk mendaftar.

"Khusus bagi ibu hamil, diperlukan surat keterangan dokter atau hasil pemeriksaan kehamilan," ujar Kamaludin.

Sejumlah fitur seperti blok taktil, toilet disabilitas, sandai (ramp) dan fasilitas pendukung lain telah disediakan oleh PT MRT Jakarta baik di dalam stasiun maupun di dalam kereta MRT Jakarta untuk mendukung mobilitas perkotaan dengan memperhatikan aksesibilitas dan konektivitas demi menuju transportasi publik yang inklusif serta berkelanjutan. (OL-6)

BERITA TERKAIT