09 January 2020, 08:40 WIB

KPU Diminta Tetap Fokus Pilkada 2020, meski Ada OTT


Media Indonesia | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arwani Thomafi.

WAKIL Ketua Komisi II DPR RI Arwani Thomafi meminta penyelenggara pemilu khususnya KPU pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk tetap fokus menyiapkan proses tahapan Pilkada 2020.

''Kami meminta kepada penyelenggara pemilu, khususnya KPU pusat, KPU provinsi, dan KPU kabupaten/kota untuk tetap fokus bekerja menyiapkan proses tahapan pilkada serentak pada September 2020 mendatang,'' kata Arwani.

Hal itu dikatakannya terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap  Komisioner KPK Wahyu Se-tiawan, kemarin.

Arwani menilai peristiwa OTT yang menimpa komisioner KPU RI harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan penyelenggara pemilu untuk memastikan bekerja sesuai dengan koridor hukum dan etik.

MI/MOHAMAD IRFAN

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (tengah) bersama komisioner KPU lainnya, Pramono Ubaid Tanthowi (kiri) dan Hasyim Asy’ari (kanan), tiba di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

 

Selain itu, menurut dia, peristiwa OTT tersebut juga menjadi peringatan bagi penyelenggara pemilu untuk tidak main-main dalam melaksanakan tugas kepemiluan.

Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi NasDem Ahmad Sahroni memandang OTT membuktikan kepada masyarakat bahwa KPK layak dipercaya dan didukung kiprahnya memberangus praktik korupsi.

"Selama ini masih banyak suara-suara yang meragukan komitmen mereka dalam memberantas korupsi. Kini mereka membuktikannya lewat kinerja," ucap Sahroni.

"Penangkapan besar selama dua hari berturut-turut melalui OTT membuktikan kepemimpinan KPK sekarang tetap garang terhadap para pelaku korupsi. Saya optimistis KPK akan menjadi momok koruptor dan mampu bersinergi lebih baik dengan penegak hukum lainnya.''

Ia juga berharap agar ke depan KPK konsisten membuktikan komitmen mereka lewat kinerja-kinerja seputar pencegahan dan penindakan terhadap praktik korupsi yang sudah sebegitu masif menggerogoti bangsa dan negara ini. (Dhk/Iam/Cah/Ant/P-1)

BERITA TERKAIT