09 January 2020, 07:30 WIB

Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan dengan 16 Kali Penerbangan


Cindy Ang | Humaniora

MI/Tri Subarkah
 MI/Tri Subarkah
Proses memasukn garam (NaCl) ke dalam pesawan CN 295 untuk modifikasi cuaca di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma.

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan sebanyak 16 penerbangan dan penyemaian untuk Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah dilakukan. Bahan semai berupa garam yang terpakai sudah 25.600 Kg.

"Operasi TMC atau hujan buatan ini telah menggunakan 8 kali penerbangan dengan CN-295 dan 8 kali penerbangan menggunakan Casa 212-200," ujar Kepala BPPT Hammam Riza lewat keterangan tertulis, Kamis (9/1).

Operasi TMC dilakukan guna membatasi curah hujan masuk wilayah Jabodetabek. Tujuannya agar hujan jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek.

Riza menuturkan area penyemaian operasi TMC berdasarkan data dari radar cuaca dilakukan di wilayah barat, barat daya dan barat laut Jabodetabek.

Baca juga: Modifikasi Cuaca Sukses Tekan Hujan Ekstrem

Selain itu, penyemaian juga dilakukan di Selat Sunda, Perairan Timur Lampung hingga Sebagian wilayah Teluk Jakarta.

"Upaya operasi TMC ini membuat hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan tersebut. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya," terangnya.

Sementara pertumbuhan awan, kata dia, cukup besar dan masih terjadi hujan.

Sebab, wilayah sekitar perairan itu merupakan daerah konvergensi angin sehingga menyebabkan pertumbuhan awan cukup cepat.

"Ini memicu hujan-hujan masih terjadi di wilayah Jabodetabek namun dengan intensitas yang masih tidak terlalu tinggi untuk bisa menyebabkan banjir," ucap Riza.

BPPT bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI Angkatan Udara (AU) untuk operasi TMC. Kegiatan ini telah dilakukan sejak 2 Januari 2020. (OL-2)

BERITA TERKAIT