09 January 2020, 06:50 WIB

Pemimpin Dunia Kecam Serangan Rudal Iran


Media Indonesia | Internasional

PARA pemimpin dunia, kemarin, mengecam serangan rudal Iran ke markas pasukan Amerika Serikat dan negara lainnya di Irak. Mereka mendesak penghentian konfrontasi yang memuncak antara Teheran dan Washington.

Rudal itu menghantam kompleks Pangkalan Udara Ain al-Assad di sebelah barat Irak serta sebuah markas di Kota Arbil, kemarin. Iran menyatakan serangan itu merupakan balasan atas tewasnya Jenderal Qasem Soleimani oleh rudal AS di Baghdad, Irak, pekan lalu.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menilai serangan Iran ialah contoh dari konfrontasi yang memuncak.

"Kekerasan jangan sampai berlanjut. Itu hanya akan menghambat perang melawan ISIS," ujarnya, kemarin.

Para menteri luar negeri Uni Eropa pun akan melakukan rapat darurat terkait dengan krisis Iran pada Jumat (10/1).

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menulis di Twitter bahwa kerusakan di markas pasukannya tidak terlalu parah.

Di lain pihak, misi PBB di Irak meminta agar Irak jangan dijadikan medan tempur akibat konflik AS-Iran.

"Semua pihak harap menahan diri dan memilih jalan dialog," ungkap wakil misi PBB tersebut.

Di dalam negeri, pemerintah Indonesia mendorong penyelesaian secara damai.

Wapres Ma'ruf Amin mendukung upaya Menlu Retno Marsudi yang akan bertemu dengan Dubes AS dan Dubes Iran untuk RI. "Indonesia tidak ingin ada peperangan karena akan sangat merugikan bagi dunia."

Kemenlu RI mengimbau WNI di Irak, Iran, dan negara sekitarnya untuk makin waspada dan selalu mengikuti perkembangan informasi. Kemenlu juga telah menyiapkan rencana kontingensi untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi dan dampak terhadap WNI.

Pemerintah juga mengimbau maskapai Indonesia yang mempunyai rute internasional untuk waspada dengan mengubah sejumlah rute udara di wilayah konflik.

"Pesawat telah di-reroute untuk menjauhi area konflik. Pesawat yang menuju Arab Saudi juga diimbau tidak melewati wilayah konflik," kata Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti. (AFP/Ind/Che/Rif/Van/X-11)

BERITA TERKAIT