08 January 2020, 23:38 WIB

Kementerian Pertanian Berjanji Bantu Proses Jaminan KUR Petani


putra ananda | Ekonomi

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) akan membantu proses persyaratan pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani dengan komoditas hasil produk pertainan yang berpotensi ekspor.

Hal ini dilakukan untuk mendorong target jangka panjang pemerintah yang ingin meningkatkan jumlah ekspor hingga angka Rp 1.000 triliun pada 2024.

"Kita dorong untuk ambil KUR. Mengenai jaminan kita yang akan menjamin kepada bank yang sudah ditunjuk menyediakan KUR dari pemerintah," tutur Syahrul di Gedung Kementan, Jakarta, Rabu (8/1).

Menurut Syarhul, rendahnya bunga KUR sebesar 6% dapat meringankan para petani komoditas ekspor. Ia mendorong agar para petani dapat memanfaatkan program yang telah diseiakan oleh pemerintah tersebut.

Mengenai jaminan, Syahrul menuturkan lahan-lahan para petani bisa dijadikan jaminan untuk memproses pencairan KUR di bank yang masuk referensi pemerintah.

"Ada jaminan institusi. Dia kan punya lahan. Lahan itu menjadi tunjukan-tunjukkan kita untuk bisa dijadikan referensi perbankan yang ditunjuk KUR oleh pemerintahn. lbih khusus KUR yang ada dalam alokasi-alokasi kementerian pertanian," paparnya.

Selain itu sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada para eksportir dalam meningkatkan produksinya, Syahrul menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan asistensi kepada pelaku usaha eksportir. Assitensi tersebut berupa pendampingan besama dengan para kepala daerah mulai dari tahapan penanaman, panen, hingga tahap pengolahan sebelum di eskpor.

"Menjaganya sampai dengan bagaimaan memetik mengolahnya dan kita sampai pada 3 kali pemasaran yang kita harapakan di seluruh dunia itu bisa terwujud," ujarnya.

Selain itu, Syahrul juga menegaskan bahwa pemerintah juga akan mempermudah kebutuhan syarat eksportir dalam mengekspor produksi mereka ke luar negri. Hal tersebut dibutuhkan untuk menjamin bahwa hasil produksi para eksportir dapat diterima dengan baik di negara yang dituju.

"Termasuk syarat ekspor, appaun yang kita buat di sini kalau konsumennya atau buyernya tidak sesuai dengan harapan mereka maka pasti akan tertolak produk kita," paparnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT