09 January 2020, 06:30 WIB

Coating Minimalisasi Dampak Terendam


(Dro/S-1) | Otomotif

BENCANA banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada musim hujan bukan suatu hal yang baru. Bencana tersebut pun sering kali merenggut korban kendaraan yang terpaksa terendam berhari-hari selama banjir.

Hal itu tentu dapat membuat kerusakan bukan hanya di mesin, melainkan juga yang paling terlihat di cat kendaraan dan interior. Hal itu sebetulnya dapat diminimalisasi dengan menerapkan coating pada bodi kendaraan dan interior.

Presiden Direktur PT Global Auto International Andi Setiawan mengungkapkan coating dapat menjadi bentuk pencegahan guna meminimalisasi kerusakan komponen interior dan bodi mobil saat terendam banjir. "Kalau antibanjir ya tidaklah, lebih kepada meminimalisasi kerugian. Interior mobil pun bisa di-coating, bahkan yang bahan kulit sekalipun," tutur Andi.

Andi menjelaskan dengan melakukan coating di interior mobil dapat mengurangi risiko air meresap ke komponen interior saat air merendam di dalam kabin. Ia mengibaratkan interior yang sudah di coating layaknya air di daun talas. "Jika mobil terendam banjir sampai ke dalam, airnya tetap masuk tetapi setidaknya berkurang karena ada efek daun talas. Jadi, air tidak semuanya menyerap ke jok," kata dia.

Efek tersebut disebabkan penggunaan hydrophobi dalam coating, tapi prosesnya memang harus berulang, yakni dikeringkan hingga sangat kering baru dilapis kembali oleh lapisan coating berikutnya.

Hydrophobi memang memiliki sifat menolak air dan cocok untuk situasi musim hujan dan mitigasi dalam banjir.

Andi pun mengungkapkan bila kendaraan sudah di-coating, bodi dan interiornya akan lebih mudah dibersihkan karena kotoran tidak menempel. "Banjir ini memberikan pelajaran ke kita bahwa coating untuk mobil baik bagian eksterior maupun interior itu penting karena bisa melindungi aset kita. Tidak sekadar memberikan tampilan bagus, tetapi ternyata juga mencegah risiko akibat dampak seperti hujan atau banjir."

GM Marketing and Sales PT Global Auto International, Andy Hartono menambahkan, efek dari coating interior mobil dapat bertahan lebih dari satu tahun. Hasilnya tidak akan berbau, mengubah warna, dan dapat diaplikasikan di bahan kain dan kulit.

Andy menyebutkan lapisan coating hanya akan rusak ketika kecelakaan atau tabrakan. Untuk mobil yang sudah terkena banjir dan ingin di-coating tetap melewati proses yang sama, yakni di cuci terlebih dahulu serta melalui proses paint correction, sebelum di-coating.

Terkait dengan perawatannya, cukup enam bulan sekali untuk memeriksa coating eksterior, interior, hingga mesin. Tujuannya agar perlindungan tetap maksimal, yakni tahan jamur, goresan, hingga cuaca ekstrem seperti panas terik dan hujan. (Dro/S-1)

BERITA TERKAIT