09 January 2020, 06:20 WIB

Saat Mobil Diterjang Air Bah


Cdx/*/S-3 | Otomotif

ANTARA/SIGID KURNIAWAN
 ANTARA/SIGID KURNIAWAN
Saat Mobil Diterjang Air Bah

Banyak mobil terendam air disertai lumpur saat hujan bercurah tertinggi selama 154 tahun pada awal tahun ini. Untuk mobil yang terendam sebatas lantai tergolong beruntung karena hanya perlu melepas dan membersihkan karpet agar kabin tidak menjadi bau.

Namun, jika genangan air sudah menutupi mesin atau bahkan mencapai dasbor, para pemilik mobil perlu waspada. Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar kendaraan terdampak banjir dapat dipakai kembali.

Hal yang paling wajib dilakukan yaitu tidak menghidupkan mesin. Selain akan menghanguskan klaim asuransi (bila masuk klausul), menghidupkan mesin sangat berisiko memperparah kerusakan sehingga biaya perbaikan membengkak.

Langkah selanjutnya yaitu sesegera mungkin melepaskan kabel aki. Ini untuk mencegah kerusakan fatal pada perangkat elektronika kendaraan seperti ECU, modul ABS, dan perangkat kelistrikan lain.

Kemudian pemilik mobil sebaiknya menghubungi bengkel resmi atau mekanik kepercayaan untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan yang dibutuhkan.

Menurut Head Product Improvement/EDER Department Head Technical Support Department Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan pemilik mobil terdampak banjir. "Yang pertama, lakukan pembersihan seluruh komponen kendaraan, khususnya komponen elektrikal," kata Supri, sapaan akrabnya.

Lantas segera keringkan komponen mobil, seperti jok, karpet, dan door trim. Ini bertujuan agar lumpur-lumpur yang menempel menjadi berbekas di bagian tersebut.

Tahap ketiga, segera ganti cairan pada kendaraan, seperti oli mesin, oli transmisi, oli gardan, minyak rem, dan air radiator. Ini karena kemungkinan besar cairan pada kendaraan tersebut sudah terkontaminasi banjir.

Pemilik kendaraan hendaknya segera mengecek bodi kendaraan terkait penyok atau tergores. "Karena bila ada, hendaknya lakukan pengecatan ulang untuk menghindari karat pada bagian tersebut," ujarnya.

Bahkan, lanjut Supri, bila diperlukan, pemilik kendaraan dapat mengaplikasikan antikarat tambahan pada mobil kesayangannya itu.

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan lagi yakni komponen pengapian seperti coil dan busi dan kabel busi yang biasanya memiliki seal pelindung. Bersihkan dengan air dan deterjen menggunakan kuas halus lalu keringkan hingga benar-benar kering dan periksa air masuk atau tidak ke bagian celah-celahnya.

Untuk perangkat kelistrikan seperti motor starter dan alternator juga perlu dibongkar untuk dibersihkan dari air dan kotoran. Setelah bersih dari kotoran dan dikeringkan, sebaiknya semprotkan cairan pelumas serbaguna pada bagian-bagian kontak komponen kelistrikan yang juga berfungsi untuk melindungi dari timbulnya karat. (Cdx/*/S-3)

BERITA TERKAIT