08 January 2020, 22:44 WIB

Fakultas Kedokteran Uhamka Siap Cetak Dokter Ahli Kesehatan kerja


mediaindonesia.com | Humaniora

KETERSEDIAAN dokter ahli di bidang kesehatan kerja di Indonesia masih sangat kurang. Dari 300 ribu industri di tanah air, baru tersedia 25 ribu dokter yang ahli di bidang tersebut.

Karena itu, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), siap mencetak lulusan yang memiliki kompetensi di occupational health (kesehatan kerja).

Hal itu mengemuka dalam peresmian Gedung Fakultas Kedokteran Uhamka yang prasasti pendiriannya ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Plt Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Samsuri, dan Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro.

Dekan Fakultas Kedokteran Uhamka Wawang S. Sukaryo mengatakan, kekurangan jumlah dokter ahli kesehaatan kerja mencapai 8 sampai 10 kali lipat dari kebutuhan riil.

"Jika itu diperbandingkan jumlah dokter ahli kesehatan kerja  dengan tenaga keja yang ada mencapai angka 1 berbanding 4.500 pekerja. Padahal, idealnya satu berbanding 200 sampai 500 pekerja,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/1).

Baca juga : Tingkatkan SDM Kesehatan, Uhamka Bangun Kampus Baru ...

Fakultas Kedokteran Uhamka tahun ini sudah memasuki tahun kedua penerimaan mahasiswa. Dalam prakteknya, Uhamka menjadikan Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Pondok Kopi sebagai rumah sakit pendidikan.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Nota Kepahaman No.166/C.01.08/2015  tanggal 30 Januari 2015. Setelah melalui perjuangan yang panjang-termasuk masa lima tahun moratorium– akhirnya FK UHAMKA memperoleh izin pendirian pada 27 Februari 2018 dengan SK Pendirian No. 250/KPT/I/2018.

Haedar mengatakan, apresiasinya terhadap Uhamka atas pembangunan gedung Fakultas Kedokteran tersebut. Dengan perkembangan fisik dan kemajuan akademik yang diperoleh Uhamka saat ini, Haedar yakin ke depan Uhamka akan menjadi salah satu universitas papan atas di Indoensia.

“Dengan fasilitas yang sudah dimiliki Uhamka, maka saya berharap bisa segera go internasional. Tentu peningkatan secara kuantitas tersebut tetap harus ada ruh, jiwa dan memperhatikan kualitas pendidikan,” ujar Haedar.

Untuk tetap menjaga marwah Muhammadiyah, menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, lanjut Haedar, ada beberapa hal yang perlu diletakkan Uhamka dan juga perguruan tinggi Muhammadiyah yang lainnya yakni berkhidmat dengan dua nilai dasar, keihlasan dan komitmen.

Baca juga : Gubernur DKI Ikut Resmikan Pusat Studi Budaya Betawi Uhamka

“Kesetiaan seluruh civitas akademika untuk bersama-sama bekerja keras memajukan UHAMKA itulah bagian dari komitmen,” jelas beliau.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UHAMKA Gunawan Suryoputro mengatakan pembangunan Fakultas Kedokteran Uhamka dilakukan dengan proses perjuangan panjang yang memakan waktu 4 tahun dan proses pembangunan gedung Fakultas Kedokteran sendiri berlangsung selama kurang lebih 18 bulan.

“Sejak kita peroleh izin membuka Fakultas Kedokteran pada 2018, Kemenristekdikti meminta agar Uhamka segera melengkapi fasilitas berupa gedung selambatnya 24 bulan sejak ijin diterbitkan sebagai bagian dari komitmen Uhamka, Gedung tersebut kini sudah mulai difungsikan sebagai tempat kuliah dan berbagai kegiatan lainnya.” jelas Gunawan. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT