08 January 2020, 21:35 WIB

Pemerintah Imbau Maskapai Indonesia Ubah Rute di Timur Tengah


Faustinus Nua | Ekonomi

ANTARA/JESSICA HELENA WUYSANG
 ANTARA/JESSICA HELENA WUYSANG
 Sejumlah penumpang antre naik ke pesawat. Pemerintah mengimbang maskapai untuk mengubah rute mereka yang melewati Timur Tengah.

PASCAPENEMBAKAN Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh Amerika Serikat, situasi di Timur Tengah semakin memanas. Apalagi Iran merespon cepat pembunuhan itu menembakan sejumlah roket ke pangkalan mileter AS di Irak yang diklaim telah menewaskan sekitar 80 serdadu negara Paman Sam.

Memanasnya konflik kedua negara tersebut pun dikhawatirkan turut mempengaruhi situasi keamanan kawasan. Untuk mewaspadai dampak dari konflik tersebut, sejumlah maskapai internasional telah melakukan perubahan rute penerbangan untuk menghindari wilayah konflik.

Baca juga: Iran Akan Balas AS Atas Pembunuhan Soleimani

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan juga melakukan hal yang sama. Maskapai Indonesia yang mempunyai rute internasional diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengubah sejumlah rute udara di wilayah konflik.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, menyampaikan bahwa kondisi wilayah udara Irak, Iran, Teluk Persia, dan Teluk Oman perlu untuk diwaspadai, mengingat peningkatan eskalasi konflik di wilayah tersebut. Bagi maskapai Tanah Air yang melintas dan berencana melintasi wilayah udara di beberapa negara Timur Tengah diimbau untuk mengantisipasi keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Saat ini, pesawat yang akan melewati daerah tersebut telah di-reroute untuk menjauhi area konflik, dan untuk pesawat yang menuju Saudia Arabia diimbau agar tidak melewati wilayah konflik," kata Polana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/1).

Melalui instruksi yang tertuang dalam surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU.008/1/2/DRJU.DAU/2020 tanggal 8 Januari 2020 perihal Peringatan Overflying Kawasan Konflik maskapai nasional diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Selain itu pihaknya juga terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap maskapai Indonesia.

"Kami akan selalu memonitoring seluruh maskapai nasional yang melakukan penerbangan internasional. Hal itu untuk terus menjaga keselamatan, keamanan dan pelayanan terbaik bagi penguna jasa penerbangan," tutup Polana. (Van/A-2)

BERITA TERKAIT