09 January 2020, 00:05 WIB

Erdogan-Putin Bicarakan Masalah Suriah


MI | Internasional

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan menjamu Presiden Rusia Vladimir Putin dalam rangka peresmian jaringan  pipa gas baru. Keduanya juga membahas mengenai ketegangan Libya dan Suriah. Pertemuan itu juga terjadi di tengah ketegangan di Timur Tengah akibat tewasnya pe­tinggi militer Iran oleh serang­an rudal Amerika Serikat.

Sebelum tiba di Ankara, Putin sebelumnya telah berkunjung ke Suriah. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Damaskus sejak perang dimulai. Pemimpin Rusia ini terlihat berusaha meningkatkan pengaruhnya di kawasan tersebut.

Jalur yang diresmikan adalah proyek pipa TurkStream sepanjang lebih dari 900 kilometer yang membawa gas dari Rusia ke Turki dan Eropa Selatan melalui Laut Hitam. Pipa tersebut menghubungkan Anapa di Rusia dan Kiyikoy di Turki barat laut

Hadirnya jaringan pipa gas ini memungkinkan Rusia untuk meningkatkan pasokan gas ke Eropa tanpa harus melewati daerah Ukraina.

Namun, dominasi Moskow yang meningkat terhadap pasar energi Eropa telah mengkhawatirkan AS.  Wa­shington telah menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang bekerja di TurkStream dan Nord Stream 2 pada bulan lalu.

Kegiatan peresmian ini mencerminkan peningkatan hubungan antara Rusia dan Turki yang dramatis. Dua negara tersebut pernah berada di ambang perang kurang dari lima tahun lalu akibat Turki menembak jatuh sebuah jet Rusia.

Saat ini mereka tetap berada di pihak yang berseberangan dalam konflik Suriah dan bisa terlibat konflik di Libia.

Turki misalnya sudah mengirim pasukan untuk membantu mempertahankan pemerintah Tripoli yang didukung PBB. Sementara sekitar 2.500 tentara bayaran Rusia disebut-sebut mendukung kubu oposisi pimpinan Kha­lifa Haftar meski ini dibantah oleh Moskow.

Erdogan sendiri sudah menyerukan gencatan senjata di Idlib, Suriah,  yang masih dikuasai kelompok pemberontak. Sementara Rusia meminta Turki memerangi “kelompok teroris” di Idlib. (AFP/Rif/X-11)

BERITA TERKAIT