08 January 2020, 16:53 WIB

Wapres: BNPB Sudah Petakan Daerah-Daerah Rawan Bencana


Indriyani Astuti, Emir Chairullah | Humaniora

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

WAKIL Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma'ruf Amin menyatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mempunyai peta potensi kebencaan yang menjadi acuan pemerintah daerah untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana.

Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah menyampaikan prakiraan-prakiraan potensi cuaca.

"Pihak terkait diminta mengantisipasi menghadapi kemungkinan-kemungkinan itu daerah mana," ucap Wapres kepada media di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (8/1).

Menurut Wapres, koordinasi sudah dilakukan dan pemerintah telah menyiapkan diri menghadapi kemungkinan dampak dari cuaca buruk berupa bencana hidrometeorologi yaitu banjir dan longsor. Pencegahan untuk menurunkan intensitas hujan juga diupayakan antara lain melalui teknologi modifikasi cuaca yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan TNI Angkatan Udara di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Mengutip siaran resmi BNPB, pada Selasa (7/1), pesawat CN 295 dan Casa 212-200 milik TNI ini melakukan 4 sorti penyemaian awan dengan cakupan wilayah barat daya, barat, barat laut. Total bahan semai NaCl untuk penyemaian mencapai 6,4 ton.

Berdasarkan laporan BPPT, hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek. Laporan ini merujuk pada data satelit yang menunjukkan wilayah terjadinya hujan.

Baca juga: Peringatan Cuaca Kedubes AS, BNPB: Masyarakat Jangan Panik

Pada sorti pertama dengan menggunakan CN295, bahan semai NaCl sebanyak 2,4 ton disebarkan pada wilayah barat hingga barat daya Jabodetabek, sorti berikutnya dengan Casa 212-200 dengan kapasitas semai 800 kg mendistribusikan bahan semai di perairan Selat Sunda. Sorti ketiga, bahan semai ditebar di barat laut Jabodetabek, sedangkan sorti terakhir dengan CN 295 bahan semai sejumlah 2,4 ton disemai pada wilayah barat hingga barat laut Jabodetabek.

Sejak dilakukan pada 3 Januari 2020, operasi TMC melalui pesawat fixed-wings telah melakukan 20 sorti penerbangan dengan total bahan semai NaCl mencapai 32 ton.

Penerapan TMC bertujuan untuk menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan jauh dari permukiman penduduk atau sebelum awan memasuki kawasan padat penduduk, seperti di wilayah Selat Sunda atau Laut Jawa. Hujan yang turun dimodifikasi dengan penggunaan Natrium Klorida (NaCl) yang ditebarkan ke bibit awan melalui pesawat Casa 212-200 dan CN-295.

Sementara itu, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memang masih ada di Jakarta, terutama pada periode 9 - 12 Januari 2020. BMKG memprediksikan bahwa intensitas hujan tidak se-ekstrim curah hujan pada tanggal 1 Januari 2020.

Menanggapi peringatan dini cuaca atau weather alert dari Kedutaan Besar Amerika Serikat hingga 12 Januari 2020, masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek tidak perlu panik. Senada dengan peringatan dini tersebut, kita tetap waspada, siaga dan menyiapkan rencana darurat keluarga. Langkah ini juga perlu diterapkan oleh setiap keluarga di Indonesia, mengingat potensi bahaya bisa terjadi kapan pun dan di mana pun.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyampaikan penanganan banjir tidak terlepas dari masalah lingkungan antara lain sampah. Siti menyebut di kota-kota peyangga Jakarta, sampah yang tidak terkelola mencapai 80%.

"Artinya kalau ditaruh di jembatan begitu, hujan, masuk ke sungai dan membuat aliran tersumbat," kata Siti.

Terkait penanggulangan, Siti mengatakan saat ini tengah dilakukan pengerjaan guna antisipasi banjir seperti membuat bangunan penahan tanah dan air di antaranya bronjong, bangunan penahan tanggul dan gali plak pada tanah yang mengalami erosi.

Kemudian dilanjutkan dengan penanaman kembali.Ia berharap dunia usaha melalui program coorporate responsibility social (CSR) turut terlibat menyediakan bibit-bibit pohon besar untuk ditanami pada masing-masing daerah operasional mereka untuk mencegah erosi.(OL-5)

BERITA TERKAIT