08 January 2020, 15:00 WIB

Doktor Kehormatan ke-9 Megawati Perkuat Misi Kemanusiaan PDIP


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

ANTARA
 ANTARA
Megawati saat menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Soka, Tokyo

GELAR Doktor Kehormatan honoris causa bidang kemanusiaan dari Universitas Soka Tokyo kepada Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mendorong PDI Perjuangan (PDIP) lebih fokus terhadap misi kemanusiaan. Bahkan, isu ini masuk dalam agenda utama partai berlogo banteng moncong putih itu.

"DPP PDI Perjuangan, seluruh kader, anggota, dan simpatisan PDI Perjuangan mengucapkan selamat atas pemberikan gelar doktor kehormatan yang kesembilan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri oleh Soka University, Jepang, di Bidang Kemanusiaan," kata Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, saat memberikan keterangan resmi di kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (8/1).

Baca juga: Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Soka

Hasto menilai gelar terhadap Megawati semakin memperkuat gerak kemanusiaan PDIP di dalam menghasilkan kebijakan politik. Pihaknya akan menjadi garda terdepan dalam menentang berbagai bentuk ketidakadilan, memperkuat bekerjanya nilai-nilai kemanusiaan di mana setiap warga negara adalah sama.

"Setiap warga negara sederajat kedudukannya di dalam hukum, serta mendorong tekad partai di dalam mewujudkan persaudaraan dunia," jelasnya.

Seperti diketahui, Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Kehormatan honoris causa dari Universitas Soka, Tokyo, Jepang, Rabu (8/1). Rektor Universitas Soka Yoshihisa Baba langsung memberikan gelar tersebut kepada Megawati yang juga merupakan Ketua Umum PDIP.

Rektor Universitas Soka, Toshihisa Baba, mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya terhadap Presiden Kelima Indonesia Megawati.

"Kami merasa terhormat dan gembira karena dapat menganugerahkan Doktor Honris Causa kepada Yang Mulia Ibu Megawati. Gelar ini direkomendasikan langsung oleh Presiden Soka Daisaku Ikeda," ujar Yoshihisa.

Rektor pun menjelaskan riwayat hidup dan kiprah Megawati selama ini. "Di Indonesia banyak politisi laki-laki dibanding perempuan. Jabatan presiden didominasi laki-laki tetapi beliau berani dan menjadi wanita pertama yang menjadi presiden," ucap Yoshihisa.

Selain itu, kata dia, Megawati juga memaksimalkan peran dalam menciptakan kestabilan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain.

Pada acara ini, selain didampingi keluarga, Megawati juga didampingi sederet menteri Kabinet Gotong Royong era pemerintahan Presiden Megawati pada periode 2001-2004.

Penganugerahan gelar ini menjadi doktor honoris causa ke sembilan bagi Megawati. Sebelumnya Megawati telah memperoleh gelar DR HC dari delapan universitas, baik dari Indonesia ataupun mancanegara.

Baca juga: KLHK Bakal Gugat 2 Perusahaan Pengelola Limbah

Ke delapan universitas itu adalah adalah DR HC dari Waseda University, Tokyo, Jepang (2001), Moscow State Institute of International Relations, Rusia (2003), Korea Maritime and Ocean University, Korea Selatan (2015).

Kemudian Universitas Padjadjaran Bandung (2016), Universitas Negeri Padang (2017), Mokpo National University, Korea Selatan (2017), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2018), serta Fujian Normal University, China (2018). (OL-6)

BERITA TERKAIT