08 January 2020, 14:16 WIB

Bisnis Fluktuatif, Peruri Tetap Cetak Laba Bersih Rp360 Miliar


Faustinus Nua | Ekonomi

Dok.Peruri
 Dok.Peruri
Direktur Pengembangan Usaha Peruri Fajar Rizki 

PERUSAHAAN Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) sesuai prognosa laporan keungan tahun 2019 mencatat laba bersih sebesar Rp360 miliar atau meningkat 25% dibandingkan tahun 2018 yan mencapai Rp288 miliar.

Direktur Pengembangan Usaha Peruri Fajar Rizki mengungkapkan bahwa kondisi core bisnis perusahaan memang fluktuatif. Revenue Peruri sangat bergantung pada order customer-nya terutama Bank Indonesia (BI) sebagai customer utama perusahaan dalam mencetak uang negara.

"Tingkat ketergantungan terhadap order pencetakan uang Rupiah dari BI masih berkontribusi sebesar 60-70%, sehingga perkembangannya mengikuti jumlah pesanan cetak uang Rupiah," kata Rizki dalam acara Ngopi BUMN, di Jakarta, Rabu (8/1).

Meski kondisi bisnisnya fluktuatif, sepanjang tahun 2019 pihaknya mecatat pertumbuhan yang cukup signifikan. Sesuai prognosa pendapatan usaha Peruri tercatat sebesar Rp3,9 triliun atau meningkat 23% dibanding 2018 yang mencapai Rp3,1 triliun.

"Laba usaha sebesar Rp595 miliar atau meningkat 30% dibanding 2018 yang mencapai Rp456 miliar dan Laba bersih sebesar Rp360 miliar atau meningkat 25% dibandingkan 2018 yang mencapai Rp288 miliar," paparnya.

Selain itu, EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) sebesar Rp943 miliar atau meningkat 22% dibandingkan 2018 yang mencapai Rp770 miliar; Total aset sebesar Rp5,46 triliun atau meningkat 5% dibandingkan 2018 yang mencapai Rp5,05 triliun.

Ke depan, Peruri terus mengembangkan bisnis baru perusahaan di samping memperkuat core bisnis. Perusahaan terus bertanformasi sebagai penyedia layanan digital security dengan produk terbarunya seperti Peruri Code, Peruri Sign, dan Peruri Trust.

"Peruri memiliki kompetensi dalam pengamanan dokumen sekuriti terus mengembangkan bisnisnya ke arah digital security platform. Ini untuk bantu instansi atau perusahaan dalam menjamin keaslian produk-produknya dan melindungi keamanan data perusahaan dan pelanggan," imbuhnya.

Dia juga menambahkan bahwa Peruri juga melakukan ekspansi ke pasar internasional. Pada Desember 2019 perusahaan memenangkan tender percetakan uang di Peru dengan nilai kontrak sekitar 16 jura Euro.

Perusahaan juga bekerja sama dengan Srilanka untuk mencetak paspor dengan nilai kontrak Rp15 miliar per tahun 2018.(Van/OL-09)

BERITA TERKAIT