08 January 2020, 13:23 WIB

BEI akan Memudahkan UMKM untuk Masuk Pasar Modal


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Medcom.id/Annisa Ayu.
 Medcom.id/Annisa Ayu.
Direktur Penilaian Perusahaan PT BEI, I Gede Nyoman Yetna. 

PT Bursa Efek Indonesia telah menyiapkan langkah agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa masuk ke dalam bursa dan juga dapat memperoleh pendanaan di pasar modal.

Selain untuk menaikkan kelas UMKM, hal ini menjadi langkah dari BEI untuk menghapus stigma negatif mengenai BEI yang dikatakan hanya mengurusi perusahaan besar dan kompleks.

"Kita sudah memperlihatkan bahwa bursa bukan hanya tempat untuk perusahaan besar. Kita menyediakan tempat yang sama dan ini adalah rumah untuk tumbuh bersama para investor," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan PT BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam acara Seminar Potensi Pendanaan Di Pasar Modal Untuk UKM, Startup dan Ekonomi Kreatif di Gedung BEI, Jakarta Pusat, Rabu (8/1).

Lebih lanjut, Nyoman mengatakan bahwa UMKM bisa mencatatkan diri di BEI melalui IDX Incubator atau program dari BEI yang berupa ruang inkubasi untuk menampung UMKM yang terletak di Jakarta, Surabaya dan Bandung.

"Kenapa ada IDX incubator? Kita ingin mencari ke daerah, perusahaan yang layak untuk di grooming, IDX Incubator jadi salah satu fasilitas agar perusahaan bisa masuk papan akselerasi," lanjutnya.

Selain mempermudah UMKM, IDX Incubator juga diharapkan bisa membantu UMKM untuk tumbuh bersama-sama dalam memasuki pasar modal. Pasalnya, Nyoman menambahkan bahwa jika UMKM telah memasuki papan akselerasi, mereka berkemungkinan besar untuk dipromosikan dan masuk ke papan pencatatan.

"Kalau sudah masuk ke papan akselerasi dan growth, serta pada titik tertentu memenuhi papan pengembangan, kita akan promosikan. Dalam hal pengembangan luar biasa, mereka bisa langsung ke papan pencatatan," ujar Nyoman.

Sementara itu, Nyoman juga mengatakan bahwa persyaratan untuk memasuki bursa tidak terlalu sulit. Dia menyadari bahwa untuk mencapai tahap good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik itu memerlukan waktu yang tidak sedikit. Maka dari itu PT BEI akan memberikan ruang untuk bertumbuh terlebih dahulu untuk UMKM.

"Kalau perusahaan kecil kami kasih waktu satu tahun dan kalau menengah enam bulan. Kita harus perhatikan bahwa karakteristik UMKM ini berbeda dan tidak bisa kami samatarakan," pungkasnya.

Nyoman menuturkan, jika nantinya ada UMKM yang hendak masuk ke lantai bursa saham akan masuk ke POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) nomor 53.

Menurut Nyoman, POJK yang diberikan untuk UMKM ini berbeda dengan POJK untuk perusahaan besar, di mana perusahaan besar diatur dalam POJK nomor 7 atau POJK umum.

"Kalau UMKM atau perusahaan kecil dan menengah, itu akan masuk ke POJK nomor 53. Ini peraturan yang berbeda sehingga memudahkan mereka untuk masuk ke papan akselerasi," tutup Nyoman. (Des/OL-09)

BERITA TERKAIT