08 January 2020, 11:23 WIB

Abaikan Diversitas, Kecaman #BAFTAsSoWHITE Berkumandang


Fathurrozak | Weekend

BAFTA
 BAFTA
Penyelenggaraan BAFTA 2020 dikecam publik karena dianggap mengabaikan diversitas.

Akademi Seni Film dan Televisi Inggris (BAFTA) mengalami langkah mundur setelah mendapat kecaman keras atas kurangnya representasi keragaman dalam nominasi mereka, yang diumumkan Selasa, (7/1).

Di antara 20 nominasi akting utama, tidak ada nominee aktor berwarna, mengabaikan Cynthia Erivo, Jennifer Lopez, Eddie Murphy, dan bintang The Farewell, Awkwafina yang baru saja mendapat prexikat aktris utama terbaik di Golden Globes. BAFTA telah menjadi sasaran kritik serupa pada tahun-tahun sebelumnya, dan pada 2018 suatu laporan mengungkapkan bahwa 94% dari semua nominee penghargaan film BAFTA ialah kulit putih.

Satu-satunya kategori akting pada 2020 yang memasukkan keberagaman ialah EE rising star award, dengan masuknya Michael Ward, Kelvin Harrison Jr, dan Awkwafina dalam nominasi.

Tagar #BAFTAsSoWhite pun mulai tren di media sosial. Pengabaian lainnya juga terjadi dalam kategori sutradara terbaik, Greta Gerwig lagi-lagi dilewatkan nominasi untuk filmnya Little Women, dengan menempatkan semua nominee ialah sutradara laki-laki, sama seperti di Golden Globes.

"Kurangnya keragaman dalam nominasi hari ini sangat mengecewakan untuk dilihat. Aktivitas sepanjang tahun kami memiliki banyak untaian yang berfokus pada keragaman. Jelas ada banyak yang harus dilakukan dan kami berencana untuk menggandakan upaya kami untuk mempengaruhi perubahan nyata, untuk terus mendukung, dan mendorong industri pada urgensi untuk berbuat lebih banyak," papar CEO BAFTA Amanda Berry, dikutip dari The Guardian.

Nominasi dalam BAFTA dipilih oleh sekitar 6.700 anggota Akademi Film dan Televisi Inggris. Pekerja industri melamar keanggotaan dan membayar berlangganan tahunan sebesar £495. Di setiap kategori, daftar pendek diputuskan oleh sekitar 100 spesialis, dan begitu daftar pendek diputuskan, semua anggota dapat memberikan suara dengan ketentuan bahwa jika anggota belum melihat film tertentu, mereka seharusnya tidak melakukan pemungutan suara dalam kategori tersebut.

Pada 2017, BAFTA merilis angka-angka yang menunjukkan bahwa dari 375 anggota yang diterima pada 2016, 43% ialah perempuan dan 18% etnis minoritas, dengan usia rata-rata 44 tahun. Sebelum keanggotaan baru, suatu survei menemukan bahwa 41% pemilih ialah perempuan, 13% berasal dari etnis minoritas dan usia rata-rata 52 tahun. Seremoni ajang BAFTA akan berlangsung pada 2 Februari mendatang di Royal Albert Hall, London. (M-2)

BERITA TERKAIT