08 January 2020, 10:53 WIB

Kapal Penyeberangan Jepara-Karimunjawa Sudah Beroperasi


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/Akhmad Safuan
 MI/Akhmad Safuan
KMP Siginjai pagi ini mulai pelayaran membawa ratusan penumpang dan berbagai barang kebutuhan warga.

KAPAL penyeberangan dari Jepara ke Karimunjawa sudah kembali beroperasi. Operasional kapal bisa dilakukan lantaran gelombang di Laut Jawa sudah menurun. kini ketinggian gelombang berkisar 1,5-2 meter dengan kecepatan angin 10-15 knot.

Pagi ini, ratusan penumpang dengan tujuan Kepulauan Karimunjawa sudah memenuhi pelabuhan Kartini, Jepara, Jawa Tengah. Pun beberapa truk bermuatan sembako, sayur serta tangki BBM dan gas elpiji sudah bersiap di pelataran parkir pelabuhan.

Hari ini, Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai dari Pelabuhan Penyeberangan Kartini, Jepara, mulai diberangkatkan sekitar pukul 06.30 WIB dengan tujuan Kepulauan Kecamatan Karimunjawa, setelah beberapa hari tidak diizinkan berlayar akibat gelombang Laut Jawa yang mencapai 2,5 meter.

"Saya sudah mununggu kapal berangkat hingga tidur di Pelabuhan Kartini, Jepara, sejak Jumat (3/1), karena tidak ada penyeberangan," kata warga Tlogo, Kemojan, Karimunjawa, Muhammad Safii, 45, sebelum menaiki kapal bersama istri dan dua anaknya, Rabu (8/1).

Baca juga:  Gelombang Tinggi, Penyeberangan ke Karimunjawa Dihentikan

Senyum terkembang di wajah Aminah, 36, karena penyeberangan ke Karimunjawa kembali dibuka. Ia mengaku terpaksa tidak pulang dan bertahan di Jepara selama lima hari dengan menumpang di rumah saudara. Hal tersebut dikarenakan gelombang tinggi membuat operasional kapal dihentikan sementara.

"Kasihan yang tidak punya famili di Jepara terpaksa tidur di kantor pelabuhan berhari-hari," ucap Aminah.

Kepala Unit Pelayanan Pelayaran (UPP) Syahbandar Jepara Tri Jotho Sukristiyono memberikan izin KMP Siginjai untuk berlayar menuju Karimunjawa lantaran kondisi cuaca yang sudah membaik.

"Sesuai dengan informasi BMKG ketinggian gelombang Laut Jawa 1,5-2 meter dan kecepatan angin 10-15 knot masih aman untuk pelayaran KMP Siginjai," ujar Tri Jotho.

Namun, untuk dua kapal lain yang ukuran dan konstruksinya berbeda, lanjut Tri Jotho, masih belum diizinkan, karena masih cukup berbahaya dengan gelombang laut yang masih sekitar 2 meter.

Berdasarkan data manifestasi kapal, KMP Siginjai berangkat dari Jepara dengan mengangkut 168 penumpang, 25 unit sepeda motor, mobil 1 unit, truk 5 unit dan barang seberat kurang lebih 10 ton.

"Mudah-mudahan perjalanan lancar dan semua penumpang selamat hingga sampai Karimunjawa," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT