08 January 2020, 10:08 WIB

Antisipasi Banjir Susulan, Kemensos Dirikan Posko Induk Bencana


Atalya Puspa | Humaniora

Istimewa/Kemensos
 Istimewa/Kemensos
Menteri Sosial Juliari P. Batubara.

KEMNTERIAN Sosial (Kemensos) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi sejalan dengan kemungkinan bencana yang masih berlanjut. Salah satunya mendirikan posko induk bencana di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur.

Mengutip prakiraan Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyatakan, pendirian posko induk salah satunya didasarkan pertimbangan bahwa curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga bulan depan.

Juliari mengungkapkan, posko induk didirikan untuk mempermudah penyaluran bantuan logistik apabila bencana hidrometeorologi kembali melanda.

“Di sana, kita siapkan beberapa truk, sehingga bila sewaktu-waktu bantuan logistik dibutuhkan langsung bisa didistribusikan. Elemen masyarakat, swasta, dan LSM yang mau mengirimkan bantuan namun tidak tahu titik-titik posko bantuan, nanti bisa diinformasikan secara terbuka. Juga kan disiapkan beberapa truk yang bisa mengirimkan logistik ke titik bantuan,” kata Juliari dalam keterangan resmi, Rabu (8/1).

Juliari menyatakan, pendirian posko juga merupakan bagian dari kesiagaan Kemensos dalam penanganan sejumlah kawasan yang terdampak bencana, yang masih membutuhkan bantuan.

Selain melakukan langkah antisipasi, Kemensos juga menyiapkan santunan untuk ahli waris, sebesar Rp15 juta per jiwa.

“Data terakhir, korban meninggal dunia sebanyak 67 orang. Sebagian sudah kami salurkan santunan ahli waris. Kami juga sedang menyiapkan untuk 26 korban meninggal lainnya, kemungkinan besok akan didistribusikan,” kata Juliari.

Dirinya juga menginstruksikan kepada Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat untuk memastikan kesiapan logistik, termasuk bila ada kebutuhan yang perlu dibeli.

“Saya sudah periksa gudang minggu lalu. Ada beberapa kebutuhan yang perlu diadakan di tahun 2020. Tidak banyak. Saya kira segera dieksekusi saja. Prinsipnya, agar kita siap dalam memasok kebutuhan logistik,” imbuhnya.

Meski demikian, Juliari memastikan, secara umum ketersedian logistik bantuan di gudang Kemensos, masih cukup.

Dirinya menjabarkan, bantuan logistik seperti makanan siap saji aman posisinya masih ratusan ribu. Cadangan beras reguler masih 350 ton, selimut masih puluhan ribu, mi instan hampir 2 juta.

“Kemudian yang lain-lain seperti tenda-tenda juga masih cukup,” tambahnya.

Saat ini, Kemensos juga masih terus menyalurkan bantuan ke posko-posko bantuan, dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.

Selain itu, Juliari juga menginstruksikan agar Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, untuk melihat kembali apakah di kawasan rawan bencana sudah semua ya masuk Kawasan Siaga Bencana (KSB).

“Kalau belum, sebaiknya dibentuk saja KSB-nya. Karena kan KSB ini merupakan pencegahan yang berbasis masyarakat berbasis komunitas. Mereka adalah SDM yang well-trained,” katanya. (Ata/OL-09)

BERITA TERKAIT