08 January 2020, 10:45 WIB

Asap Kebakaran Hutan Australia Telah Mencapai Brasil


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

AFP/Handout / AUSTRALIAN DEPARTMENT OF DEFENCE
 AFP/Handout / AUSTRALIAN DEPARTMENT OF DEFENCE
Kebakaran hutan di Australia

ASAP kebakaran hutan yang membakar hebat sejumlah titik di Australia diperkirakan telah mencapai Brasil. Hal itu di kemukakan National Institute for Space Research dalam cuitan di media sosial Twitter.

Mengacu pada gambar-gambar satelit, Department of Remote Sensing mengatakan asap telah tiba di negara bagian paling selatan Brasil, Rio Grande do Sul.

Sementara itu, perusahaan meteorologi swasta MetSul juga berkicau di Twitter tentang kedatangan awan asap ke Porto Alegre, Ibu kota Rio Grande do Sul.

"Kehadiran asap dari Australia di udara hampir tidak terlihat, meskipun satelit menunjukan asap di atmosfir atas Porto Alegre yang hebat," kicau perusahaan meteorologi swasta MetSul.

Baca juga: Karhutla Australia Terus Berlanjut

Bersependapat dengan kedatangan asap kebakaran hutan di Brasil, layanan meteorologi Cile, Senin (6/1) mengatakan asap dari kebakaran hutan Australia juga terlihat di Cile dan Argentina

"Tetapi asap yang melayang tidak akan berdampak negatif pada kesehatan penduduk di benua itu," kata layanan meteorologi Cile.

Asap kebakaran hutan di Australia yang dinilai telah mencapai wilayah Amerika Selatan melalui satelit itu dapat diartikan awan asap yang menduduki di ketinggian sekitar 6.000 meter di udara, telah menempuh jarak 12.000 kilometer untuk mencapai Amerika Selatan.

Kebakaran hutan yang melanda Australia sejak September telah menewaskan 24 orang dan menghancurkan wilayah seluas sekitar delapan juta hektare.

Petugas pemadam kebakaran Australia dibantu pasukan AS dan Kanada telah berusaha melakukan penurunan suhu untuk meningkatkan upaya mereka sebelum gelombang panas yang diperkirakan datang dalam beberapa hari mendatang.

Pasukan cadangan juga telah dikerahkan ubtuk membantu pemadaman di titi kebakaran hutan di Australia. Pemerintah juga telah mengalokasikan dana awal A$2 miliar untuk dana pemulihan nasional bagi masyarakat yang terdampak. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT