08 January 2020, 08:15 WIB

Mereka Mengubah Duka Jadi Senyum


Wibowo Sangkala | Megapolitan

KURANG dari 24 jam setelah enam kecamatan di Kabupaten Lebak diterjang air bah, Wahidin Halim sudah hadir di Kecamatan Sajira. Di posko utama yang dibangun Pemerintah Provinsi Banten itu, sang gubernur berdialog, menghibur para pengungsi.

Bersama tim trauma healing, dia juga berusaha menghilangkan ketakutan anak-anak pengungsi, sambil mencicipi makanan yang disediakan di dapur umum. Wali Kota Tangerang periode 2003-2013 itu juga memastikan persediaan obat-obatan di posko itu mencukupi.

"Pemprov Banten dan dinas kesehatan telah membentuk 11 posko kesehatan. Sebanyak 6.111 pengungsi, saya pastikan telah terlayani di posko tersebut," tegas Wahidin.

Selain di Lebak, sang gubernur juga memimpin langsung penanganan banjir di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kabupaten Serang, dan Kota Tangerang Selatan. Seluruh organisasi perangkat daerah diarahkan agar cepat tanggap menghadapi bencana, dari menurunkan berbagai alat berat, membuka akses jalan, memperbaiki infrastruktur, dan menyediakan obat-obatan.

Selain menimbulkan gelombang pengungsian, banjir dan longsor di Lebak juga menyebabkan jalan dan jembatan rusak. Ruas jalan sepanjang 6 kilometer dan jembatan mengalami kerusakan parah.

Aset daerah itu langsung ditangani Pemprov Banten dengan melakukan perbaikan, pengiriman bantuan bisa dilakukan. "Jalan yang terputus di dekat Pesantren Latansa sudah bisa dilewati. Untuk pembangunan jalan dan jembatan baru, dibutuhkan anggaran Rp36,75 miliar," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M Tranggono.

Santunan bencana

Penderitaan korban bencana juga menjadi perhatian Tim Kemanusiaan Partai NasDem. Di Kabupaten Buol, warga lima desa terdampak bencana banjir.

Kemarin, tim yang dipimpin Ketua NasDem Sulawesi Tengah Atha Mahmud menyerahkan bantuan beras, air bersih, obat-obatan, makanan ibu hamil, dan kebutuhan anak serta bayi. "Pendistribusian dimulai dari Desa Mopu hingga Desa Bokat. Ada sekitar 113 kepala keluarga yang dibantu," terang Atha.

Ratusan kepala keluarga terdampak banjir di lima desa itu. Air mulai surut, tetapi warga masih harus bekerja keras membersihkan rumah dan lingkungan mereka.

Ahli waris korban bencana di Surabaya, Jawa Timur, juga terhibur dengan uluran bantuan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Dua warga Surabaya menjadi korban pohon tumbang, akibat tiupan angin kencang. Mereka ialah suami-istri Tan Tiong Tjing, 49, dan Elisa, 47. Selain santunan berupa uang dari gubernur, ahli waris korban juga menerima santunan yang sama dari Pemerintah Kota Surabaya.

"Hujan deras dan angin kencang masih berpotensi terjadi di Surabaya dan Jawa Timur. Warga diimbau waspada," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Benny Sampirwanto.

Di Kabupaten Klungkung, Bali, Wakil Bupati I Made Kasta juga menyerahkan bantuan sembako dan terpal untuk keluarga Wayan Sumiarta, 39. Meski tidak ada korban, Wayan menderita kerugian akibat pohon tumbang yang merusak dapur dan kamar mandinya. "Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Jaga keselamatan di musim penghujan ini," imbau Made Kasta. (TB/FL/RS/SS/RF/AD/AS/YK/AT/TS/UA/BB/BK/MG/OL/LD/PO/UL/JI/JH/N-2)

BERITA TERKAIT