08 January 2020, 07:50 WIB

Kivlan Zen Dicecar soal Dana Demo dari Habil Marati


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Terdakwa Kivlan Zen meninggalkan ruang sidang seusai memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus kepemilikan senjata api ilegal.

KIVLAN Zen dikonfrontasi dengan Helmi Kurniawan alias Iwan dalam sidang lanjutan kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Kivlan dan Iwan sebagai saksi dikonfrontasi jaksa mengenai penyerahan uang dari Habil Marati.

"Saudara diberi uang Rp50 juta dan penyerahan uang itu mengatakan dari Habil Marati. Benar Pak Kivlan bilang uang itu dari Habil?" tanya jaksa kepada Iwan dalam sidang di PN Jakarta Pusat, kemarin.

"Kalau yang 8 Maret 2019 di Tol Jagorawi. Itu Pak Kivlan enggak ada pembicaraan di mobil, saya ambil. Langsung Pak Kivlan lanjut," kata Iwan.

Menurut Iwan, Kivlan pernah menyerahkan uang dari Habil di Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Waktu itu, Pak Kivlan ngomong uang ini dari Pak Habil," ucap Iwan.

Atas keterangan Iwan, Kivlan mengatakan penyerahan uang di Kelapa Gading bukan dari Habil. Uang itu berasal dari dirinya saat penyerahan di Kelapa Gading. Uang itu untuk demontrasi mendukung Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) di depan Istana.

"Tidak benar saya mengatakan uang itu dari Habil. Saya bilang ini uang, besok ada tambahan dari Habil, supaya diambil karena untuk demonstrasi Supersemar 2019 untuk 10 ribu orang, uang makan enggak cukup untuk demonstrasi tersebut," ucap Kivlan.

Kivlan yang memegang kertas mengaku mempunyai bukti penukaran uang dolar dari money changer. Uang itu bukan berasal dari Habil Marati.

"Saya bisa buktikan saya beberapa kali menukarkan uang ke money changer. Saya bisa buktikan. Saya hanya mengatakan ini uang untuk demonstrasi, ada tambahan dari Habil, bukan uang ini dari Habil."

Kivlan dan Habil ternyata punya hubungan cukup dekat. Selain pernah berada di kendaraan politik yang sama, yakni PPP, Habil juga pernah membantu Kivlan untuk menemui Menteri Pertahanan RI.

"7 Maret, jam 2 sore, 2019, saya pertemukan saudara saksi dengan Menhan?" tanya Habil. "Benar," jawab Kivlan.

Kivlan pun membenarkan bahwa seusai bertemu dengan Menhan, ia tidak menerima uang. "Setelah itu saksi keluar dan menelepon saya, saksi tidak dapat uang dari Menhan?," tanya Habil yang dibenarkan Kivlan. (Zuq/P-1)

BERITA TERKAIT