08 January 2020, 06:50 WIB

Warga Sukajaya Minta Segera Direlokasi


Dede Susianti | Nusantara

ANTARA FOTO/Rajendra Aqila
 ANTARA FOTO/Rajendra Aqila
Presiden Joko Widodo mengunjungi daerah terdampak longsor dan banjir bandang di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

KEPALA Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Muhamad Soleh, meminta agar ratusan warga desanya yang terdampak bencana direlokasi.

Soleh mengemukakan hal itu langsung kepada Presiden Joko Widodo seusai menerima bantuan sembako dan uang Rp100 juta bagi warga desa yang terdampak bencana di Kantor Desa Harkat Jaya, kemarin.

"Tadi saya minta ke Pak Presiden agar warga saya dipindah karena mereka takut (banjir dan tanah longsor) terulang. Soal tempat relokasi sudah ada, yaitu milik PTP berupa sawah. Tetapi itu mah terserah, yang penting kami ditempatkan di lokasi yang aman," kata Soleh.

"Bapak Kades silakan ke Bupati Bogor. Nanti kami akan bangun dari pusat. Kata Pak Jokowi di depan saya," lanjut Soleh.

Presiden setuju apabila korban tanah longsor di Kecamatan Sukajaya segera direlokasi. Pasalnya, Indonesia akan memasuki puncak musim hujan ekstrem hingga Februari. "Tanah-tanah terutama di sekitar Kecamatan Sukajaya sangat-sangat rawan longsor."

Jokowi yang didampingi Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono tiba di posko pengungsian di Desa Harkat Jaya, Sukajaya, sekitar pukul 09.00 WIB. Awalnya cuaca tampak cerah, tetapi ketika Presiden meninjau kondisi jalan, hujan turun lebat. Karena tidak tersedia payung, Jokowi melindungi kepalanya dengan tas map berwarna hitam. Kemudian Jokowi menemui warga dengan menggunakan jas hujan plastik.

"Pak Jokowi memberi bantuan Rp100 juta untuk korban di desa ini. Katanya, tolong jangan sampai telantar. Perhatikan juga korban yang meninggal," Soleh menirukan pesan Presiden.

Dari Kecamatan Sukajaya, Presiden langsung meninjau lokasi banjir di Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten.

Salah satu lokasi yang dikunjungi ialah pengungsian di GOR Lebak Gedong. Presiden mendapat laporan ada 30 jembatan antardesa yang perlu segera diperbaiki, 19 sekolah rusak, dan 1.410 rumah rusak.

"Saya perintahkan Menteri PU agar dalam 3-4 bulan semuanya bisa diselesaikan," tandas Presiden.

Melihat besarnya banjir bandang, Presiden menilai permukiman warga harus direlokasi. Jokowi pun mengimbau pemerintah daerah untuk terus mewaspadai kemungkinan datangnya bencana. Apalagi puncak musim hujan masih akan berlangsung sampai Februari. (DD/WB/X-3)

BERITA TERKAIT