07 January 2020, 21:55 WIB

Awan Jabodetabek Setinggi Dua Kali Gunung Everest sebelum Banjir


Tri Subarkah | Megapolitan

MI/Pius Erlangga
 MI/Pius Erlangga
Awan Jabodetabek Setinggi Dua Kali Gunung Everest sebelum Banjir

PENGAMAT meteorologi dan klimatologi, Edvin Aldrian, menyebut ketinggian awan di wilayah Jabodetabek sebelum banjir di awal tahun setinggi 15 kilometer.

"Itu kalau Gunung Everest, Himalaya tuh dua kalinya. Jadi dalam lima jam jatuh ke bawah air awan ini, lebat sekali," kata Edvin di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (7/1).

Peraih gelar doktor dari Universitas Hamburg tersebut mengetahui informasi itu dari salah satu laman dan aplikasi produksi luar negeri. Kedua kanal tersebut menjelaskan pertumbuhan dan ketinggian awan di suatu daerah secara rinci.

Edvin menyarankan agar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikas (BMKG) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dapat memberikan peringatan apabila ditemukan awan yang memiliki ketebalan luar biasa di suatu daerah.


Baca juga: Dua Kampung di Babelan masih Terendam Banjir


"Itu menarik kalau misalnya kita bisa memperlihatkan early warning bahwa awannya sudah terjadi upnormal atau terlalu tinggi, ini tentu saja akan berbahaya untuk banjir di suatu tempat, terutama banjir bandang, longsor, atau banjir seperti di Jakarta kemarin," kata Edvin.

Profesor Meteorologi dan Klimatologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu menyebut, pihaknya sudah melakukan modifikasi cuaca sejak Jumat (3/1). Hal tersebut dilakukan bersama BMKG dan TNI AU.

Sampai dengan hari ini, ia menyebut ketinggian awan sudah jauh berkurang jika dibandingkan dengan pada 1 Januari lalu.

"Ada 14.000 feet, berarti 4,6 km. Ini masih kecil-kecil dibanding tanggal 1," pungkas Edvin. (OL-1)

BERITA TERKAIT