07 January 2020, 20:09 WIB

Sudah 300 Warga Ikut Gugatan Class Action soal Banjir Jakarta


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

SEBANYAK 300 warga DKI Jakarta telah melaporkan gugatan class action terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penanganan banjir awal tahun 2020.

"Rencananya sampai Kamis (9/1) paling lama (penerimaan laporan dari warga). Kami validasi data besok. Berarti 300 orang baru melapor ya. Tersebar disemua wilayah," ujar Diarson Lubis, Anggota Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (7/1).

Tim Advokasi akan mengelompokkan pengaduan masyarakat tersebut, seperti rumah terendam, kendaraan terendam, tempat usaha terendam.

Laporan-laporan yang masuk melalui surel tersebut akan divalidasi dengan mewawancara warga yang sudah memberikan data diri, bukti kebanjiran (foto), dan uraian kejadian.

Setelah itu, Tim Advokasi akan mendaftarkan gugatan pada Jumay (10/1) atau paling lambat pekan depan.

Baca juga : Ribuan Korban Banjir di Jaktim Alami Nyeri Otot

"Kita belum validasi semuanya. Setelah besok atau Kamis (9/1) baru kita simpulkan. Karena kita lihat dia warga DKI kah, ada fotonya, baru kita validasi. Mungkin saja kendaraannya terendam tapi di tempat lain. Makanya class action, berdasarkan kelas, korban seperti apa dia," jelas Diarson.

Diarson mengaku sengaja membuka laporan tersebut karena merasa prihatin pada musibah banjir pada (1/1) lalu. Sebagian besar wilayah Jabodetabek terendam banjir, yang menyebabkan kerugian materiil dan merenggut nyawa warga.

"Kami prihatin pada musibah banjir, ini soal kemanusiaan. Lalu kami berikan advokasi karena mereka punya hak untuk dilindungi oleh penyelenggara negara. Semangat gugatannya seperti itu," tandas Darson.

Sementara itu, Gubernur DKI Anies Baswedan saat ditanyakan gugatan class action oleh warganya, memilih irit bicara. "Nanti dulu," singkatnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT