07 January 2020, 19:58 WIB

Demi Timnas Indonesia, IBL Gunakan Sistem Satu Kompetisi


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

MI/Yakub Pryatama Wijayaatmaja
 MI/Yakub Pryatama Wijayaatmaja
Peluncuran IBL 2020

AJANG Indonesian Basketball League (IBL) 2020 bakal kembali ke format awal namun tak akan menggunakan metode dua divisi atau hanya menggunakan satu kompetisi penuh untuk semua tim.

Hadirnya Timnas Indonesia di liga IBL 2020 membuat IBL sebagai operator menghilangkan sistem pembagian divisi dan menjadikan seluruh klub dalam satu kompetisi.

Hal itu supaya tak ada kecemburuan dari salah satu divisi tertentu karena adanya timnas yang tentu punya skuat mumpuni.

"Dulu IBL dibagi dua divisi, kini menjadi satu karena timnas masuk. Selain itu, skuadnya terdiri dari pemain-pemain terbaik di setiap klub. Andai timnas ditempatkan di Divisi B, maka peluang tim-tim di divisi itu kecil dibandingkan Divisi A," ujar Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, Selasa (7/1).

Sebanyak 10 tim basket Indonesia bakal meramaikan liga IBL 2020. Salah satunya ialah timnas basket Indonesia yang menggunakan nama Indonesia Patriots.

Baca juga : Andalkan Tembakan Tiga Angka, Spurs Kejutkan Bucks

Timnas sengaja mengikuti liga untuk mempersiapkan pasukannya jelang Kualifikasi FIBA Asia 2021.

Dengan bersatunya seluruh tim dalam satu kompetisi, kans seluruh tim tentu akan lebih diuntungkan. Sebab, seluruh tim memiliki peluang untuk juara yang sama.

Perihal sistem round robin, dan klasemen tak terjadi perubahan. Semua klub saling bertemu dua kali di regular season.

"Untuk timnya yang lolos ke babak play off tetap akan dicari enam terbaik. Enam tim ini tidak termasuk timnas karena mereka hanya mengikuti babak reguler saja," ucap Junas.

Begitu pun dengan semifinal dan final masih menggunakan sistem best of three. (OL-7)

BERITA TERKAIT