07 January 2020, 18:48 WIB

Kemenkeu Siapkan Dana Kebencanaan Hingga 5 Triliun


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
 ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani

DIREKTUR Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, menuturkan pihaknya telah menyedialkn dana untuk kebencanaan dikisaran Rp4 triliun hingga Rp5 triliun. Angka tersebut dinilai cukup untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait bencana yang terjadi di awal 2020.

"Tapi kalau memang butuh lebih untuk menghadapi bencana yang terjad seperti di 2019, kita siap untuk bisa melebihi itu. Tetapi untuk mengantisipasi bencana di awal tahun 2020 ini paling tidak di dana BNPB 2020 sudah dicadangkan Rp500 miliar," kata Askolani dalam konferensi pers di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/1).

Baca juga: Menkeu Sebut APBN 2019 Jadi Instrumen Antisipasi Krisis

Dana cadangan itu, kata Askolani, dapat digunakan BNPB untuk mengatasi berbagai bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Terlebih Kementerian PUPR juga telah menyertakan dana terkait kebencanaan tersebut.

Selain itu, Kementerian Sosial disebut olehnya juga telah memberikan banyak bantuan sosial kepada korban terdampak bencana. Sehingga dana yang disiapkan oleh kementerian keuangan dirasa cukup.

"Tentunya sampai dengan di penghujung tahun kita bisa mengantisipasi itu (bencana)," terang Askolani.

Selain itu, Askolani menuturkan, kemenkeu telah menyiapkan dana bagi BNPB untuk melakukan koordinasi mitigasi bencana untuk penanaman pohon. Hal itu dimaksudkan agar longsor di musim penghujan bisa diantisipasi.

Dana cadangan Rp500 miliar itu, kata Askolani, dapat digunakan untuk program pencegahan tersebut. "Tahun sebelumnya belum ada, kita lihat kalau itu memang untuk preventifnya, bisa saja dimungkinkan kalau nanti misalnya dana KLHK tidak dimungkinkan, bisa pakai itu," pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menuturkan dana cadangan yang diberikan kepada BNPB untuk mempermudah kerja penanganan bencana.

"Biasanya itu dia (BNPB) mengalami kekurangan, dengan dana cadangan, dia langsung meminta on call kepada kita," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT