07 January 2020, 18:40 WIB

Kemenkeu Sebut Dana Tambahan untuk BPJS sudah Cukup


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

KEMENTERIAN Keuangan memastikan tidak akan memberikan suntikan dana tambahan untuk menutup defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di 2020.

Alasannya, dana yang telah digelontorkan dianggap telah mencukupi kebutuhan. Terlebih anggaran untuk BPJS telah naik dua kali lipat dibanding 2019 yang sebesar Rp26,7 triliun menjadi Rp48,8 triliun.

Dari anggaran itu, Rp26,7 triliun di antaranya diperuntukkan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Rp22,07 sisanya sebagai dana cadangan PBI.

Diketahui jumlah peserta PBI berdasarkan data BPJS mencapai 9,8 juta orang. Meski ada potensi banyaknya peserta mandiri kelas III yang pindah menjadi peserta PBI lantaran naiknya tarif iuran, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani menyebutkan tidak akan memberikan dana tambahan.

"Gak, cukup, malah udah ditambah dua kali lipat (dari anggaran dari 2019), sudah kita perhitungkan, nanti kita lihat di monitor pelaksanaannya," tuturnya di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/1).

Menurutnya Kementerian Kesehatan telah memperbaiki sistem pelayanan kesehatan bagi pengguna BPJS. Sehingga penambahan dana talangan tidak lagi perlu diberikan.

Ia juga mengharapkan agar Kementerian Sosial dapat menjamin jumlah peserta PBI tidak bertambah dan tetap di angka 9,8 juta orang. (A-1)

BERITA TERKAIT