07 January 2020, 15:43 WIB

Transportasi Pelayaran Diminta Antisipasi Cuaca Ekstem


Indriyani Astuti | Ekonomi

TRANSPORTASI laut diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan akan melanda wilayah Indonesia dalam sepekan mendatang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui kondisi cuaca terkini termasuk curah hujan, tinggi gelombang dan angin kencang di laut.

"Laut rentan dengan adanya angin, hujan dan lain-lain. Berdasarkan data-data BMKG, kita bisa mempersiapkan untuk lebih waspada," ujar Menhub ketika ditemui di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (7/1).

Berdasarkan analisis BMKG, pada Januari hingga Maret, diprakirakan sebagian wilayah Indonesia akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Musim hujan diprakirakan mencapai puncaknya pada periode tersebut di Sumatra bagian Selatan, Nusa Tenggara Timur, Jawa, Kalimantan bagian Tengah, Sulawesi dan Papua.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Nelayan Banyuwangi Enggan Melaut

Menhub mengatakan curah hujan tinggi akan bergiliran dialami wilayah Indonesia dan diawali bagian barat Indonesia, kemudian diprakirakan akan bergeser ke arah timur pada sepekan mendatang.

"Dari pengalaman kita di Utara Jawa juga sering terjadi ombak ekstrem saat Februari. Termasuk kapal-kapal nelayan harus ada edukasi mengenai gelombang tinggi," tuturnya.

Sementara itu, untuk transportasi udara, Menhub meminta agar kerusakan di Bandara Halim Perdanakusuma akibat banjir yang terjadi pada awal Januari 2020, segera diperbaiki. Budi Karya juga meminta Angkasa Pura II, sebagai pengelola bandara, untuk melihat daerah tangkapan air di bekalang Halim Perdanakusuma dan melakukan normalisasi.

"Saya sudah meminta AP II untuk melakukan perbaikan kolam-kolam yang terjadi pendangkalan dan melakukan normalisasi," tukasnya.

Ia mengklaim hanya Halim Perdanakusuma yang terdampak saat banjir melanda wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 1 Januari 2020. Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, imbuhnya, relatif tidak ditemukan masalah.(OL-5)

BERITA TERKAIT