07 January 2020, 14:04 WIB

KPK Kembali Panggil Mantan Sekretaris MA Nurhadi


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

 MI/ BARY FATHAHILAH
  MI/ BARY FATHAHILAH
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengagendakan pemanggilan terhadap tiga tersangka kasus suap perdagangan perkara di lingkungan Mahkamah Agung (MA).

Mereka ialah mantan Sekretaris MA Nurhadi beserta menantunya Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Ketiganya dipanggil sebagai saksi.

"Yang bersangkutan (Nurhadi) dipanggil sebagai saksi untuk tersangka HS (Hiendra Soejonto)," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Selasa (7/1).

Pemanggilan itu merupakan yang ketiga kalinya. Pada dua pemanggilan sebelumnya, Nurhadi mangkir. Untuk tersangka Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto, keduanya dipanggil sebagai saksi untuk Nurhadi.

Selain itu, KPK juga memanggil saksi lain yakni Sekretaris PT Agama Medan Hilman Lubis, Direktur Utama PO Jaya Utama Handoko Sutjitro, dan seorang PNS bernama Bahrain Lubis. Ketiganya dipanggil sebagai saksi untuk Nurhadi.

Dalam kasus itu, KPK menetapkan Nurhadi, Rezky, dan Hiendra sebagai tersangka kasus pengurusan perkara di lingkungan MA. Selama menjabat sekretaris di MA, Nurhadi diduga melakukan perdagangan perkara dan menerima suap serta gratifikasi senilai Rp46 miliar.

Baca juga : KPK Panggil Mantan Sekretaris MA Nurhadi

Adapun Rezky diduga menjadi perantara suap kepada Nurhadi dalam sejumlah pengurusan perkara perdata, kasasi, dan peninjauan kembali. Sementara itu, Hiendra disangkakan sebagai pemberi suap pengurusan perkara.

Di sisi lain, Nurhadi, saat ini, mengajukan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Ia menggugat status tersangka tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Dhk/OL-09)

BERITA TERKAIT