07 January 2020, 13:29 WIB

2.000 Rumah Hancur, Australia Bersiap Hadapi Kondisi Berbahaya


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Saeed Khan/AFP
 Saeed Khan/AFP
Gambar yang diambil Senin (6/1) menunjukkan sebuah rumah akibat kebakaran semak di Desa Mogo, New South Wales, Australia.

HAMPIR 2.000 rumah telah dipastikan hancur dalam krisis kebakaran hutan selama berbulan-bulan di Australia, ketika para kru bersiap dengan panik untuk menghadapi lebih banyak bahaya.

Petugas pemadam kebakaran berlomba untuk memadamkan kebakaran masif di Australia tenggara, Selasa (7/1), terbantu oleh penurunan suhu yang singkat dan beberapa curah hujan yang sangat dibutuhkan sebelum gelombang panas lain menyerang akhir pekan ini.

Setelah kondisi yang ganas minggu lalu, petugas pemadam kebakaran memanfaatkan cuaca yang cenderung ringan untuk meningkatkan upaya untuk mengekang laju kebakaran yang melanda Australia tenggara.

Relawan yang kelelahan memperbaiki jalur penahan laju api dan membersihkan vegetasi sebelum suhu dan angin diperkirakan meningkat lagi pada Jumat (10/1) depan.

"Upaya ini untuk membatasi potensi kerusakan dan merebaknya kebakaran dalam beberapa hari mendatang," kata komisioner Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan New South Wales (NSW) Shane Fitzsimmons.

Suhu diperkirakan cenderung melonjak lagi pada Jumat (10/1), memicu kekhawatiran dua kebakaran dapat membentuk ‘lautan api’ baru. Akibat kebakaran setidaknya 25 orang dan jutaan hewan telah mati sejak September 2019.

Australia sedang berjuang menghadapi musim kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dipicu oleh rekor suhu dan kekeringan yang meluas.

Pada Selasa (7/1), para pejabat New South Wales (NSW) mengatakan kebakaran di sana telah memusnahkan 1.588 rumah dan merusak 653 lainnya.

Dewan Asuransi Australia memperkirakan tagihan kerusakan telah mencapai U$700 juta, sekitar Rp6,7 triliun, tetapi mengatakan pihak mereka memperkirakan kerugian akan naik secara signifikan.

Dengan asap yang menyesengsarakan kota-kota termasuk Canberra, Sydney, dan sekarang Melbourne, dokter telah memperingatkan bahaya pernafasan yang meningkat--terutama bagi orang-orang yang rentan, termasuk wanita hamil.

Pada Senin (6/1), Biro Meteorologi memperingatkan bahwa jarak pandang di Melbourne kurang dari 1 km (0,62 mil) di banyak bagian kota dan sekitarnya.

Hujan telah turun di NSW dan Victoria dan suhu telah turun--tetapi para pejabat telah memperingatkan kebakaran akan ‘meletup’ lagi.

Mereka khawatir kebakaran besar di kedua negara bisa melebur atau menyatu, menciptakan medan api yang tak terduga dan menimbulkan bahaya tinggi bagi jiwa dan rumah.

"Tidak ada ruang untuk bergembira," kata Menteri Utama Negara Bagian NSW Gladys Berejiklian, Senin (6/1).

Baca juga : Kebakaran Hutan Australia Masuki Tingkat Bahaya TertinggiKebakaran Hutan Australia Masuki Tingkat Bahaya Tertinggi

Militer mengatakan telah mengirim persediaan, personel, dan kendaraan ke Pulau Kanguru di dekat kota Adelaide di South Australia. Pulau itu hancur oleh kebakaran hutan, dengan dua orang tewas minggu lalu.

Pada Senin, setelah memperingatkan krisis akan berlangsung selama berbulan-bulan, Perdana Menteri Scott Morrison pemerintah berkomitmen untuk mengalokasikan U$2 miliar, sekitar Rp19 triliun, untuk pemulihan selama dua tahun ke depan.

Dia mengumumkan pembentukan agen pemulihan untuk membantu mereka yang kehilangan rumah dan bisnis akibat kebakaran. (AFP/BBC/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT